Fenomena Feed Kosong : Cara Baru Gen Z Mengontrol Identitas Online

18 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Generasi Z kerap dikenal sebagai generasi paling vokal serta berani bersuara dan aktif menyampaikan pendapat tentang isu-isu yang mereka anggap penting.

Namun, di kalangan Gen Z yang lebih muda, muncul pola perilaku baru di Instagram yang cukup kontras dengan citra tersebut.

- Advertisement -

Alih-alih aktif membagikan konten di ruang publik, banyak dari mereka justru memilih mengunci akun atau membiarkan feed kosong tanpa unggahan.

Instagram kini tidak lagi diperlakukan sebagai panggung terbuka, melainkan sebagai ruang yang lebih privat, di mana tidak berbagi apa pun juga menjadi sebuah pernyataan.

- Advertisement -

Seperti yang dikutip Holopis.com dari Indy100, survei Malwarebytes menunjukkan bahwa bagi Gen Z, privasi tidak semata-mata dimaknai sebagai upaya menyembunyikan diri, melainkan sebagai bentuk kontrol atas identitas dan kehadiran digital mereka.

Sekitar 62 persen Gen Z menyatakan kekhawatiran terhadap tersebarnya konten pribadi dan sensitif, seperti foto atau video yang memalukan, isu kesehatan mental, hingga seksualitas. Angka ini mencerminkan kecenderungan Gen Z untuk lebih selektif dalam menentukan siapa yang dapat mengakses kehidupan pribadi mereka di dunia maya.

Kecemasan tersebut juga tercermin dalam riset Experian tahun 2025, yang mencatat bahwa 52 persen Gen Z merasa khawatir terhadap isu privasi digital dan penyebaran informasi palsu. Kekhawatiran ini semakin meningkat seiring melonjaknya kasus penipuan online, yang jumlahnya hampir meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir.

Fenomena ini dinilai wajar di tengah maraknya teknologi deepfake ancaman digital yang belum banyak dihadapi generasi milenial ketika berada di usia yang sama.

Meski demikian, Gen Z tidak meninggalkan Instagram. Platform ini tetap menjadi media sosial kedua yang paling sering digunakan oleh generasi tersebut, setelah YouTube dan masih berada di atas TikTok. Perubahan yang terjadi terletak pada pola penggunaan, bukan pada platformnya.

Saat ini, banyak Gen Z lebih memilih memanfaatkan fitur-fitur privat seperti pesan langsung (DM) dan Close Friends. Interaksi di ruang terbatas ini dinilai lebih autentik, personal, dan memberi rasa aman dibandingkan unggahan publik yang bersifat kurasi dan bergaya influencer.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
18 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru