HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah padatnya aktivitas kerja, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh sering kali terabaikan. Kesibukan, tenggat waktu, dan rutinitas di depan layar membuat banyak pekerja lupa untuk minum.
Padahal, tubuh membutuhkan cairan dalam jumlah yang berbeda-beda pada setiap orang, bergantung pada usia, berat badan, kondisi lingkungan, serta tingkat aktivitas harian. Bahkan dalam aktivitas kerja yang tergolong normal, orang dewasa dapat kehilangan cairan hingga 1.300–3.500 cc per hari.
Bagi pekerja dengan mobilitas tinggi atau yang tetap aktif berolahraga setelah jam kerja, kebutuhan cairan menjadi semakin besar. Setiap 30 menit aktivitas fisik idealnya diimbangi dengan tambahan sekitar 350 mililiter cairan. Namun, kesibukan kerja yang terus-menerus kerap membuat tubuh tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup tanpa disadari.
Banyak pekerja kantoran melewatkan waktu minum air putih karena rapat yang beruntun atau terlalu fokus menyelesaikan pekerjaan.
Akibatnya, sebagian besar waktu kerja berlalu tanpa hidrasi yang memadai. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi, stamina, dan produktivitas selama bekerja. Berikut cara agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi meskipun sibuk bekerja.
Memilih makanan berkuah saat jam kerja
Di sela aktivitas kantor, memilih menu berkuah seperti sup atau sayur bening dapat membantu menambah asupan cairan dengan cara yang praktis.
Menyediakan buah sebagai camilan di meja kerja
Buah-buahan seperti apel, jeruk, pepaya, atau anggur memiliki kandungan air yang tinggi. Selain menyegarkan, buah juga membantu menjaga hidrasi serta memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.
Membiasakan minum air sejak pagi
Mengawali hari dengan minum air putih setelah bangun tidur membantu menggantikan cairan yang hilang selama tidur dan mengurangi risiko lupa minum air di tengah padatnya aktivitas kerja.

