Benarkah GERD Bisa Sebabkan Serangan Jantung? Ini Penjelasannya

22 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nyeri dada yang terjadi bersamaan dengan gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) sering memicu kekhawatiran banyak orang, terutama karena sensasinya mirip dengan nyeri saat serangan jantung. Namun, penting untuk memahami bahwa GERD dan serangan jantung adalah dua kondisi yang berbeda secara medis dan memiliki penyebab tersendiri.

Dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI, GERD merupakan kondisi medis yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan iritasi pada jaringan saluran pencernaan. Hal ini biasanya menimbulkan sensasi terbakar di dada (heartburn), nyeri di dada bagian tengah, serta kadang disertai rasa asam di mulut atau sensasi makanan kembali ke tenggorokan.

- Advertisement -

Gejala nyeri dada yang terkait dengan GERD sering muncul setelah makan, ketika berbaring, atau saat membungkuk dan umumnya terasa seperti sensasi terbakar atau tidak nyaman di area ulu hati.

Benarkah GERD Sebabkan Serangan Jantung?

Meskipun nyeri dada akibat GERD dapat sangat tidak nyaman dan tertukar dengan gejala jantung, GERD tidak menyebabkan serangan jantung secara langsung. Secara medis, serangan jantung terjadi akibat sumbatan pada aliran darah ke otot jantung misalnya karena penumpukan plak di pembuluh darah koroner yang berbeda dari mekanisme naiknya asam lambung.

- Advertisement -

Namun karena lokasi nyeri antara GERD dan serangan jantung berada di area dada yang sama, keduanya sering dianggap serupa. Bahkan beberapa gejala GERD kadang membuat penderitanya khawatir atau berpikir bahwa mereka tengah mengalami masalah jantung.

Meski begitu, beberapa faktor risiko seperti stres, obesitas, dan kebiasaan merokok, diketahui dapat memperburuk keluhan GERD sekaligus meningkatkan risiko penyakit jantung.
Oleh karena itu, jawaban dari pertanyaan mengenai apakah GERD dapat menyebabkan penyakit jantung adalah tidak. GERD tidak menyebabkan serangan jantung secara langsung meskipun faktor penyebab serta gejalanya dapat berupa nyeri pada serangan jantung.

Bagaimana Membedakan Nyeri Dada GERD dan Serangan Jantung?

Berikut ini adalah beberapa perbedaan umum antara nyeri dada akibat GERD dan nyeri akibat serangan jantung agar tidak salah mengira antara GERD dan serangan jantung.

1. Sifat nyeri

Nyeri GERD biasanya terasa seperti terbakar dan sering muncul setelah makan atau saat tubuh berbaring. Sebaliknya, nyeri serangan jantung cenderung terasa seperti ditekan atau seperti tertindih sesuatu, dapat berlangsung lebih lama, dan tidak membaik hanya dengan perubahan posisi tubuh.

2. Lokasi dan penyebaran nyeri

Nyeri GERD umumnya lebih terlokalisasi di tengah dada atau perut bagian atas, sedangkan nyeri serangan jantung dapat menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, atau rahang.

3. Respons terhadap obat atau posisi

Rasa sakit akibat GERD sering membaik setelah minum antasida atau duduk tegak. Sebaliknya, nyeri akibat serangan jantung biasanya tidak membaik dengan cara tersebut dan tetap persisten.

Walaupun GERD tidak menyebabkan serangan jantung secara langsung, keluhan nyeri dada yang terasa berat, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti sesak napas, keringat dingin, pusing, dan rasa lemas harus dianggap serius. Gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda kondisi jantung yang memerlukan penanganan medis.

Oleh karena itu, jika mengalami nyeri dada yang mendadak dan berat, sebaiknya segera cari bantuan medis di unit gawat darurat untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan pertolongan yang tepat.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru