Bali Ocean Days 2026: Sinergi Pemerintah dan Aktivis Jaga Keindahan Laut Indonesia

27 Shares

HOLOPIS.COM, BALI Di tengah riuh rendah ombak Jimbaran, sebuah narasi baru tentang masa depan pariwisata Indonesia dideklarasikan. Bukan lagi sekadar menjual “pemandangan indah”, para pemangku kepentingan di Bali Ocean Days 2026 sepakat bahwa keberlanjutan adalah sebuah kerja keras yang kolektif, bukan sekadar etalase hijau.

Aktivis lingkungan sekaligus Founder Ecotourism Bali, Suzy Hutomo, mencuri perhatian dengan pernyataan lugasnya. Baginya, sudah saatnya pelaku industri berhenti melempar tanggung jawab pengelolaan sampah ke pundak pihak lain.

- Advertisement -

“Aktor pariwisata harus menyadari bahwa keindahan Bali yang luar biasa ini sebanding dengan usaha yang kita berikan. Kita harus mau ‘repot’ dan berinvestasi untuk mengurus sampah,” tegas Suzy usai memandu diskusi di Jimbaran Convention Center, Sabtu (31/1/2026).

Suzy menekankan bahwa operator wisata bahari memiliki peran ganda yaitu sebagai pelayan sekaligus kompas moral bagi wisatawan. Mereka bertanggung jawab memastikan tamu tidak hanya datang untuk berfoto, tapi pulang dengan kesadaran lingkungan yang lebih baik.

- Advertisement -

Senada dengan Suzy, CEO Wedoo Valerine Chandrakesuma memandang kesehatan laut sebagai urat nadi ekonomi. Menurutnya, masalah bahari terlalu kompleks untuk diselesaikan sendirian. Solusinya terletak pada gotong royong lintas sektor sebuah filosofi klasik Indonesia yang kini diadaptasi untuk menyelamatkan ekosistem modern.

Kisah sukses nyata datang dari pesisir utara Bali. Komang Astika, Manajer Yayasan Karang Lestari, memaparkan bagaimana Desa Pemuteran bangkit dari keterpurukan ekologis. Melalui teknologi biorock dan keterlibatan akar rumput, karang yang dulu hancur akibat praktik penangkapan ikan yang merusak, kini kembali berwarna.

“Dengan mengamankan dan merestorasi terumbu karang, pariwisata Desa Pemuteran berkembang lebih baik dan semakin berkualitas,” ungkap Komang. Transformasi ini membuktikan bahwa pelestarian alam berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Pemerintah melalui Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa komitmen ini bukan sekadar retorika. Dalam pidato kuncinya, ia memaparkan visi Indonesia untuk membangun pariwisata bahari yang inklusif dan tangguh.

“Indonesia memperkuat keselamatan dan keamanan pariwisata. Komitmen ini membutuhkan kekuatan kolektif untuk memastikan lautan kita terus menginspirasi kemakmuran dan kebanggaan bagi generasi mendatang,” ujar Ni Luh Puspa.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
27 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru