HOLOPIS.COM, JAKARTA – Fenomena keluarnya air mata ketika seseorang menguap sering menimbulkan pertanyaan, seperti apakah hal ini merupakan tanda gangguan kesehatan atau sekadar respons tubuh yang normal?
Dikutip Holopis.com dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI, meski terlihat aneh, fenomena ini umumnya merupakan bagian dari mekanisme tubuh yang alami dan bukan merupakan pertanda penyakit serius. Berikut penjelasan mekanisme tubuh ketika menguap sehingga menyebabkan air mata keluar :
Mekanisme Tubuh Saat Menguap
Menguap merupakan refleks alami yang dapat terjadi ketika seseorang merasa mengantuk, lelah, atau mengalami kebutuhan oksigen yang meningkat. Ketika menguap, otot-otot wajah terutama di sekitar mata, pipi, dan hidung meregang dan berkontraksi.
Kondisi tersebut kemudian dapat memberikan tekanan pada kelenjar air mata, yang dikenal sebagai lacrimal glands. Tekanan otot tersebut merangsang kelenjar untuk memproduksi air mata secara refleks, meskipun tidak ada emosi sedih yang dirasakan.
Selain itu, gerakan wajah yang intens saat menguap dapat menyebabkan saluran pembuangan air mata menuju rongga hidung (saluran nasolakrimal) tertekan atau menyempit sementara waktu. Akibatnya, sebagian air mata tidak segera mengalir melalui saluran normalnya dan justru meluap keluar dari sudut mata.
Fungsi Air Mata Saat Menguap
Keluarnya air mata saat menguap juga memiliki manfaat yakni membantu menjaga kelembaban mata. Ketika tubuh dalam keadaan lelah atau mata terasa kering, misalnya setelah menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu lama, maka produksi air mata meningkat secara refleks untuk melembabkan kornea dan permukaan mata.
Hal tersebut pada dasarnya merupakan respons fisiologis normal tubuh untuk melindungi kesehatan mata.
Secara umum, air mata yang keluar hanya saat menguap dan tidak disertai gejala lain adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika produksi air mata berlangsung terus-menerus, disertai nyeri, kemerahan, gangguan penglihatan, atau rasa tidak nyaman sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter atau tenaga kesehatan profesional.
Kondisi-kondisi ini bisa saja menjadi tanda adanya masalah pada mata, seperti infeksi atau gangguan pada saluran air mata.

