HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengakui bahwa seluruh negara di dunia saat ini sudah bersiap apabila perang dunia ke-III benar-benar terjadi.
Dalam peresmian pembukaan rapat koordinasi nasional di Sentul pada Senin (2/2), Presiden bahkan mengungkapkan sebuah simulasi yang menunjukan kondisi yang bakal terjadi di Indonesia apabila perang berlangsung.
“Ada simulasi, kalau terjadi Perang Dunia III, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Kondisi yang bakal jelas-jelas terjadi ketika partikel radioaktif berpengaruh kepada sumber daya alam di Indonesia dan berbagai negara lainnya.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo menyebut bahwa simulasi itu sudah menjadi pembahasan hangat para pimpinan negara lainnya.
“Kita akan kena partikel-partikel radioaktif, mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua, akan terjadi nuclear winter, karena debunya akan menutup matahari, dan menutup mataharinya tidak satu tahun, tidak dua tahun, tidak tiga tahun,” bebernya.
“Para ahli mengatakan, bisa winter-nya itu puluhan tahun. Ini yang dibicarakan di dunia,” imbuhnya.
Meski simulasi sudah dilakukan, Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa pilihannya tidak akan berubah. Prabowo bersikeras untuk meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa dengan menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif tapi nonblok.
“Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun. Saya katakan, filosofi luar negeri saya adalah, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Apalagi, satu musuh. Itu garis kita,” tegasnya.
Kendati demikian, Presiden Prabowo meminta seluruh bangsa Indonesia memahami konsekuensi yang bakal dihadapi dengan pilihan para pendahulu.
“Tapi kita mengerti semua, ya, kita mengerti semua. Kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, kalau kita sungguh-sungguh mau tidak terlibat dalam pakta, kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri,” tandasnya.
“Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita, Saudara-saudara. Percaya sama saya, nobody is going to help us,” kembali ditekankan Prabowo.
Dengan konsekuensi itu, Presiden Prabowo kemudian menukil filosofi Bung Karno agar bangsa Indonesia bisa berdiri di atas kaki sendiri.
“Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang,” tutup Presiden.

