HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan pompa pengendali banjir di Jalan Daan Mogot KM 13, yang dikenal sebagai lokasi rawan banjir karena posisi jalan berada di bawah permukaan sungai.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memasang tiga pompa stasioner di kawasan tersebut. Pompa akan ditempatkan di KM 13, KM 13A, dan KM 13B.
“Untuk penanganan jangka pendek, kami akan memasang tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B,” ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta dalam kegiatan Peninjauan Pembangungan Pompa Daan Mogot, Selasa, (3/2/2026), sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Pramono menjelaskan, sebelumnya kawasan itu hanya dilengkapi pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik. Dengan pemasangan pompa stasioner, kapasitas pompanisasi meningkat signifikan.
“Sebelumnya hanya ada pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik. Sekarang kapasitasnya meningkat menjadi 7.000 liter per detik,” jelasnya.
Ia berharap peningkatan kapasitas pompa tersebut dapat mengatasi banjir dalam jangka pendek di Jalan Daan Mogot KM 13.
“Kami berharap langkah ini dapat mengatasi banjir jangka pendek di Daan Mogot KM 13,” kata Pramono.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melanjutkan proyek penanganan banjir yang sempat tertunda sejak 2022 dan melakukan penataan kawasan secara menyeluruh.
“Sekaligus kami akan menyelesaikan proyek yang tertunda sejak 2022 dan menata kawasan ini secara menyeluruh,” pungkasnya.

