HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Inggris membenarkan bahwa pihaknya telah memberlakukan paket sanksi baru terhadap sepuluh individu dan sebuah organisasi di Iran.
Sanksi tersebut dikeluarkan pemerintah Inggris dengan alasan peran mereka dalam menangani kerusuhan baru-baru ini di Iran.
Kementerian Luar Negeri Inggris menjelaskan, pihak-pihak yang dikenai sanksi di antaranya Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni, Kepala Kepolisian Provinsi Lorestan Mohammad Reza Hashemifar, Kepala Kepolisian Keamanan Publik Seyed Majid Feiz Jafari, Komandan Provinsi Fars di Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Yadollah Bouali, serta beberapa personel militer dan peradilan lainnya.
Inggris sejauh ini telah memberlakukan lebih dari 550 sanksi terkait terhadap individu dan organisasi Iran, termasuk IRGC secara keseluruhan.
Langkah ini diambil Inggris menyusul tindakan serupa yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa dalam beberapa hari terakhir.
Aksi protes yang berlangsung selama beberapa pekan akibat depresiasi tajam nilai tukar rial melanda kota-kota di seluruh Iran sejak akhir Desember 2025.
Awalnya berlangsung damai, demonstrasi tersebut kemudian meningkat menjadi bentrokan yang menyebabkan korban jiwa dan aksi perusakan terhadap properti publik, termasuk masjid, gedung pemerintah, dan bank.
Teheran menyalahkan AS dan Israel atas kerusuhan tersebut. Menanggapi resolusi anti-Iran yang diadopsi oleh Parlemen Eropa, Iran mengecamnya sebagai upaya campur tangan.

