HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat resmi pensiun pada Selasa (3/2) atau saat usianya tepat 70 tahun. Di momen itu, MK membuat acara khusus terkait pensiun Arief.
Dalam acara itu, Arief juga sempat meluncurkan bukunya terkait Memoar 70 Tahun Arief Hidayat dan Warisan Pemikiran Seorang Guru. Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) itu sempat menyampaikan sambutannya.
Dengan suasana cair, eks Ketua MK itu beberapa kali melempar guyonan soal buku hingga pensiunan hakim konstitusi.
Salah satunya saat Arief melempar guyonan ke mantan Ketua MK Mahfud MD yang juga hadir di acara itu. Dia mengaku dalam bukunya tak berani bicara blak-blakan.
Ia sadar diri dan membandingkan dengan Mahfud MD yang dinilainya berani.
“Tidak seberani Pak Mahfud MD membuka itu. Kalau Pak Mahfud MD, orang Madura berani sekali. Kalau saya orang Jawa Tengah saya gak seberani terbuka seperti Pak Mahfud,” kata Arief dikutip dari YouTube Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa, (3/2/2026).
Padahal, menurut dia, sebenarnya banyak hal yang krusial bisa diungkap dalam buku tersebut. “Banyak hal-hal yang saya sangat krusial kalau diceritakan. Itu bagus sekali, tapi saya gak berani,” lanjut Arief.
Kemudian, Arief melempar candaan lagi soal gaji pensiunan hakim konstitusi yang lebih tinggi dibandingkan saat masih aktif. Dia menyinggung soal gaji pensiunan hakim MK dengan menceritakan pengalaman hakim konstitusi lainnya, Daniel Yusmic Foekh yang berkunjung ke Aljazair.
“Yang Mulia Daniel Yusmic Foekh, itu dari Aljazair. Beliau dari Aljazair. Itu begini katanya Hakim MK di Aljazair setelah pensiun itu ternyata gajinya lebih tinggi daripada sebelum pensiun,” ujar Arief.
Menurut dia, dari cerita Daniel Yusmic, bahwa saat pensiun, gaji hakim MK di Aljazair ditambah 10 persen. Dia bilang pemerintah Aljazair membuat kebijakan demikian agar hakim konstitusi bisa menjaga kerahasihaan dan tetap menjadi negarawan.
“Tapi, kan kalau di Indonesia kalau habis pensiun, gak ada gajinya seperseratusnya itu,” kata Arief.
Arief pun mencolek Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul agar mungkin bisa bantu mendorong kenaikan gaji pensiunan hakim MK di Indonesia.
“Nah, ini mas Bambang Pacul mungkin bisa dipikirkan ini,” lanjut Arief.
Bagi dia, kebijakan di Aljazair yang menaikkan gaji hakim MK saat pensiun sebesar 10 persen menarik untuk bisa diimplementasikan di Tanah Air.
“Itu menarik sekali kalau itu dipraktikkan di Indonesia. Tapi, bukan untuk saya, untuk yang berikutnya saja,” sebut Arief.
Mendengar guyonan Arief, sejumlah tokoh yang hadir mulai Daniel Yusmic, Mahfud MD, Yasonna Laoly hingga Hamdan Zoelva ikut tertawa kecil.

