HOLOPIS.COM, JAKARTA – Korban penganiayaan oleh 7 orang tidak dikenal (OTK) yang terjadi di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat (30/1/2026) siap menempuh jalur damai jika terdapat ganti rugi dari pelaku.
Hal ini diungkapkan oleh Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Murodih. Murodih menyebut pihak korban mengajukan beberapa syarat agar kasus tidak dilanjutkan secara hukum.
“Dari pihak legal Astro minta syarat-syarat yang memang kalau itu bisa untuk dipenuhi, dia minta syarat bahwa kerugian-kerugian baik secara fisik maupun material itu harus terpenuhi dulu,” kata AKBP Murodih kepada wartawan, Selasa (3/2/2026).
Murodih menjelaskan bahwa sebelumnya pelaku sempat meminta agar korban tidak melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum dengan perjanjian ganti rugi.
“Memang dari pihak legalnya Astro dia didatangi oleh perwakilan dari pihak terlapor. Dari pihak terlapor menyampaikan, bahwa kejadian yang terjadi pada waktu itu kalau bisa tidak dilanjutkan dengan kerugian-kerugian yang akan dia ganti,” ujarnya.
Murodih tidak merincikan seberapa besar kerugian yang harus diganti. Namun, katanya hingga saat ini belum ada kesepakatan dari kedua belah pihak sehingga kasus tersebut masih terus didalami oleh kepolisian.
“Namun sampai saat ini belum ada kelanjutan untuk kesepakatan. Karena apa? Karena dari pihak terlapor belum ada lagi untuk menyampaikan itu,” jelasnya.
Penganiayaan Karyawan Astro oleh 7 OTK
Sebelumnya viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan rekaman CCTV pengeroyokan oleh 7 orang tidak dikenal terhadap seorang karyawan Astro hub Ampera, Pasar Minggu yang terjadi pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Kasus bermula ketika sebuah mobil berwarna putih menabrak sebuah sepeda motor yang terparkir di depan Astro Hub Ampera. Setelah itu terjadi cekcok antara pengemudi dan karyawan Astro.
“Atas hasil penyelidikan bahwa ada satu kendaraan roda empat menabrak kendaraan roda dua, sehingga di sana terjadi cekcok,” kata Murodih kepada awak media, Senin (2/2/2026).
Tak lama setelah itu, kata Murodih datang sebuah mobil berwarna hitam dan turunlah sekitar 7 orang yang langsung melakukan penganiayaan terhadap karyawan Astro.
“Nah setelah itu turun 7 orang, setelah itu melakukan pemukulan terhadap karyawan itu,” ujarnya.

