HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham hari ini, Selasa (3/2/2026).
Potensi pelemahan terjadi, setelah adanya tekanan jual yang cukup dalam pada perdagangan sebelumnya. Meski demikian, peluang penguatan teknikal tetap terbuka dengan rentang target tertentu.
Sebagaimana diketahui, IHSG pada perdagangan Senin (2/2/2026) tercatat anjlok 4,88 persen ke level 7.922. Pelemahan tersebut disertai dengan tekanan jual yang signifikan di pasar saham domestik.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi. Ia menyebutkan area 7.835–7.680 sebagai zona yang perlu dicermati.
“Posisi IHSG untuk dapat dicermati area koreksi di 7.835-7.680 sebagai area koreksi untuk membentu wave (b) darn wave [x]. Kemudian untuk area penguatan berada di 8.128-8.527,” ujar Herditya dalam riset hariannya, dikutip Holopis.com, Selasa (3/2/2026).
Lebih lanjut, Herditya memproyeksikan level support IHSG berada di 7.654 dan 7.481, sementara level resistance berada di kisaran 8.094 hingga 8.318.
Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melihat peluang terjadinya technical rebound dalam jangka pendek. Menurutnya, IHSG berpotensi menguji area resistance kuat di level 8.050.
“IHSG berpotensi untuk technical rebound dan potensi test resistance kuat di 8.050,” tutur Fanny.
Ia juga menyampaikan bahwa level support IHSG berada di kisaran 7.780–7.850, dengan resistance di rentang 8.000–8.050.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Sejalan dengan proyeksi pergerakan IHSG, para analis juga membagikan rekomendasi saham yang dapat dicermati investor pada perdagangan hari ini.
Fanny Suherman merekomendasikan saham PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Timah Tbk (TINS), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
Sementara itu, Herditya Wicaksana menjagokan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Disclaimer: Investor disarankan tetap mencermati pergerakan IHSG dan saham pilihan dengan disiplin manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi.

