HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tradisi Yu Sheng menjadi salah satu ritual Imlek yang sarat makna dan masih lestari hingga kini. Komunitas Hakka Indonesia menegaskan bahwa prosesi Yu Sheng bukan sekadar jamuan makan, melainkan simbol harapan akan keberlimpahan rezeki, kesehatan, dan keharmonisan keluarga di tahun yang baru.
Perwakilan Komunitas Hakka sekaligus pakar budaya Tionghoa dari Museum Hakka, Jimmy Santoso Herlambang, menjelaskan bahwa Yu Sheng sangat lekat dengan masyarakat Tionghoa dan populer di berbagai negara.
“Ada arti yang sangat bagus sekali ada untuk rejeki, ada untuk kesehatan, untuk harmonis keluarganya, semuanya maka ini sangat dikaitkan sekali sama masyarakat Tionghoa jadi setiap tahun itu diadakan yang sangat populer adalah dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu tiga negara yang terutama tentunya di China juga ya,”ujar Jimmy kepada Holopis.com, Jumat (31/1/2026).

Salad khas Imlek ini dilengkapi dengan saus plum dan minyak aroma yang menciptakan rasa manis, asam, dan gurih. Salah satu bahan terpenting adalah ikan, yang memiliki filosofi mendalam.
“Ikan sebenarnya itu artinya masih sisa jadi rejeki yang kita dapatkan satu tahun itu masih ada sisa di akhir tahun jadi tidak habis, berarti uang itu harta masih ada,” jelasnya.

“Makin tinggi diangkat jadi hokinya dan keharmonisannya makin tinggi itu ceritanya begitu,” tambah Jimmy.
Tradisi yang telah berusia ribuan tahun ini biasanya dilakukan sejak perayaan Imlek hingga Cap Go Meh, atau 15 hari setelah Imlek. Yu Sheng juga menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan dan harapan agar musim tanam di tahun baru berjalan lancar.

