Sindir AS, Khamenei Ingatkan Rakyat Iran Jangan Takut dengan Retorika Trump

65 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyamakan aksi protes anti pemerintah yang dilakukan massa perusuh baru-baru ini dengan kudeta. Khamenei juga menyindir Amerika Serikat (AS) yang mengerahkan armada militer besar ke Timur Tengah untuk mengancam Iran.

Menurut dia, tindakan AS era Presiden Donald Trump itu akan memicu perang regional.

- Advertisement -

“Amerika harus tahu bahwa jika mereka memulai perang, kali ini akan menjadi perang regional,” kata Khamenei, dikutip dari Straits Times, Minggu, (1/2/2026).

Khamenei juga mengimbau kepada rakyat tak perlu takut dengan retorika Trump yang selalu mengancam dengan kekuatan militer ke Iran.

- Advertisement -

Dia menyinggung kembali aksi demo rusuh di Iran yang dimulai sebagai ekspresi ketidakpuasan atas tingginya biaya hidup. Namun, aksi gerakan itu malah berkembang jadi gerakan anti-pemerintah. Aksi massal itu digambarkan sebagai ‘kerusuhan’ yang dipicu oleh AS dan Israel.

“Mereka (para perusuh) menyerang polisi, pusat pemerintahan, pusat IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), bank, dan masjid, serta membakar Alquran. Itu seperti kudeta,” kata Khamenei.

Khamenei menambahkan upaya kudeta yang dilakukan perusuh itu sudah ditumpas.

Otoritas Teheran sebelumnya menanggapi soal kabar kematian yang jumlahnya lebih dari 3.000 kematian selama demo ricuh. Iran bersikeras sebagian besar korban kematian itu merupakan anggota pasukan keamanan dan warga sipil yang tidak bersalah.

Tapi, kelompok hak asasi manusia dan pemerintah asing terutama AS menuduh Iran dan IRGC-nya melakukan penindakan yang menewaskan ribuan demonstran.

Dalam dinamikanya, Uni Eropa mendorong Uni Eropa untuk memasukkan IRGC sebagai organisasi teroris. Cara Uni Eropa itu direspons para anggota parlemen Iran dengan membalas pada 1 Februari dengan memberikan sebutan yang sama kepada tentara Eropa.

Para anggota parlemen Iran mengenakan seragam hijau IRGC sebagai bentuk solidaritas pada sidang legislatif. Mereka meneriakkan “Matilah Amerika”, “Matilah Israel”, dan “Malulah kalian, Eropa”. Aksi para anggota parlemen itu diperlihatkan dalam rekaman televisi pemerintah.

Donald Trump sebelumnya mengklaim Iran sedang ‘berbicara dengan’ AS. Kata Trump, pembicaraan itu mengisyaratkan kesepakatan yang akan menghindari penggunaan serangan militer. Omongan Trump itu berbeda dengan pernyataan Khamenei yang memperingatkan bahwa serangan apa pun oleh AS akan memicu perang regional.

Omongan Trump itu muncul lagi saat Washington sudah mengerahkan armada tempur angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln di lepas pantai Iran. Trump berdalih Iran melakukan tindakan keras terhadap masyarakat pendemo yang melakukan protes anti-pemerintah.

“Rencananya adalah [Iran] sedang berbicara dengan kita, dan kita akan lihat apakah kita bisa melakukan sesuatu. Jika tidak, kita akan lihat apa yang terjadi Kita memiliki armada besar yang menuju ke sana,” kata Trump kepada Fox News.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
65 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru