Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Seloroh Purbaya Siap Minta Hadiah ke Presiden Bila Ekonomi RI 2026 Tembus 6 Persen

52 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa memasang target optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026.

Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mematok pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen, Purbaya yakin realisasi ekonomi nasional mampu didorong hingga menyentuh level 6 persen.

- Advertisement -

Keyakinan tersebut disampaikan Purbaya saat memberikan keterangan pers di Wisma Danantara, Jakarta, pada Sabtu kemarin (31/1/2026).

Bahkan, ia berseloroh akan meminta imbalan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto jika target ambisius itu tercapai.

- Advertisement -

“Kalau di APBN 5,4 persen, saya akan dorong ke 6 persen. Kalau dapat 6 persen saya akan minta hadiah ke presiden,” ujar Purbaya dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Minggu (1/2/2026).

Saat ditanya jenis hadiah yang diinginkan, Purbaya menjawab singkat dengan nada bercanda. “Traktir lah,” ucapnya.

Untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi tersebut, Kementerian Keuangan telah menyiapkan sejumlah strategi fiskal serta memperkuat koordinasi lintas lembaga.

Salah satu fokus utama adalah mempercepat penyerapan anggaran sejak awal tahun agar dampaknya segera dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, Purbaya menekankan pentingnya sinkronisasi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, dengan tetap menjaga independensi masing-masing institusi.

“Upayanya ya fiskal dibelanjakan dengan cepat di awal tahun dan mulai jalan. Terus kami sinkron kebijakan moneter lebih baik. Dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya,” tutur Purbaya.

Lebih lanjut, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 berada di level 5,45 persen. Capaian tersebut diperkirakan membawa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 mendekati 5,2 persen.

Data resmi terkait kinerja ekonomi nasional tahun 2025 tersebut dijadwalkan akan diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis, 5 Februari 2026.

Guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di 2026, pemerintah juga berkomitmen melakukan evaluasi terhadap berbagai regulasi yang dinilai menghambat aktivitas dunia usaha. Langkah ini diyakini dapat memulihkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.

“Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6 persen atau lebih,” ujar Purbaya.

Pemerintah berharap reformasi regulasi serta sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid dapat memperkuat iklim investasi nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi melampaui target yang telah ditetapkan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
52 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru