Irfan Hakim Klarifikasi Usai Dihujat Netizen Terkait Kasus Denada

51 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presenter Irfan Hakim angkat bicara setelah menjadi sasaran hujatan warganet secara massal. Melalui video yang diunggah di akun Instagramnya, @irfanhakim75, Irfan menyampaikan klarifikasi sekaligus menjelaskan kronologi yang membuat namanya terseret dalam polemik terkait Denada dan Ressa Rizky Rossano.

Irfan menyebut serangan terhadap dirinya bermula dari wawancara dengan Hotman Paris Hutapea dalam salah satu program televisi. Wawancara tersebut membahas sejumlah isu hukum, termasuk perkara yang menyeret nama Denada.

- Advertisement -

“Sepanjang jalan gue buka-buka sosmed, banyak banget serangan dan hujatan buat gue. Sejujurnya gue juga bingung kok mengarahkanya jadi ke sini ya? Gue ceritain, gue tahu lo semuanya kecewa,” ujar Irfan Hakim, dikutip Holopis.com, Minggu (1/2).

Ia menilai muncul persepsi keliru seolah dirinya menormalisasi persoalan hubungan ibu dan anak, serta dianggap membela Denada. Persepsi itu, menurut Irfan, lahir akibat potongan konten yang beredar tanpa konteks waktu.

- Advertisement -

“Kesannya gue menormalisasikan tentang hubungan ibu anak, anak ibu yang tidak jelas, kemudian gue mendukung, mensupport, tentang hal itu. Itu kenapa bisa muncul, karena ada framing antara podcast di Densu dengan tugas gue di acara FYP Trans 7,” imbuhnya.

Irfan menjelaskan, wawancara dengan Hotman Paris direkam dan ditayangkan pada 20 Januari 2026. Sementara podcast Denny Sumargo bersama Ressa Rizky Rossano baru tayang sekitar sepekan kemudian.

Setelah podcast tersebut viral, potongan wawancara Irfan dan Hotman kembali beredar di media sosial. Hal itu memunculkan anggapan seolah Irfan sengaja mewawancarai Hotman Paris untuk membela Denada setelah pernyataan Ressa ramai dibicarakan.

“Pasti orang mikirnya, gue bertanya ke Bang Hotman mengenai usia 24 tahun kenapa baru bertanya tentang hak anak kepada ibunya. Dipikirnya itu ditanyakan setelah podcast Densu. Itu terjadi tanggal 20 Januari 2026,” kata Irfan.

Ia menegaskan, saat wawancara berlangsung, belum ada pernyataan terbuka dari kedua belah pihak sebagaimana yang kemudian muncul dalam podcast.

“Saat itu yang diangkat, mengenai Inara Rusli, Denada, dan beberapa kasus lainnya. Saat itu tanggal 20 Januari belum ada statement jelas dari kedua belah pihak. Ada statement dari pihak Ressa tapi belum sepanjang yang ada di (podcast) Denny Sumargo,” ujarnya.

Irfan juga menjelaskan bahwa pertanyaannya kepada Hotman Paris mewakili rasa penasaran publik. Ia menanyakan alasan Ressa Rizky Rossano menggugat ibunya, bukan ayahnya, dari sudut pandang hukum.

“Bang Hotman pun menjelaskan, ketika lahir dari sebuah pernikahan resmi, maka bapak yang bertanggung jawab. Jika, misal, diduga, lahir dari luar nikah berarti ibu yang tanggung jawab,” beber Irfan.

Sebelumnya, Irfan Hakim mendadak menjadi sasaran kritik warganet dan dituding membela Denada dalam dugaan kasus penelantaran anak. Ressa Rizky Rossano diketahui menggugat Denada dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp7 miliar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur. Derasnya hujatan sempat membuat Irfan membatasi kolom komentar di akun Instagram miliknya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
51 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru