HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengamat politik sekaligus direktur eksekutif Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando eMas menyampaikan bahwa Polri memang seharusnya berada langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Hal ini karena merupakan bagian dari amanat reformasi 1998 yang pernah mengupayakan agar Polri dipisahkan dari ABRI atau TNI.
“Agar Polri tetap di bawah presiden, saya sangat mendukung sikap tugas Beliau (Kapolri). Saya sangat mendukung tentang posisi Polri di bawah presiden yang saat ini sudah berlangsung sejak dari reformasi 98,” kata Fernando Emas, Minggu (1/2/2026).
Ia juga mengatakan bahwa Polri semakin harus menghadapi tantangan yang besar dalam hal menjaga ketertiban masyarakat, penegakan hukum, dan pelayan masyarakat. Sehingga dinamika yang terjadi saat ini dianggap sebagai konsekuensi logis dari tantangan tersebut.
Oleh sebab itu, ia merasa khawatir ketika Polri berada di bawah kementerian tertentu, maka independen Polri akan rusak karena bisa dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu. Sehingga ia sangat tidak sependapat dengan wacana sejumlah pihak yang mendorong agar Polri berada di bawah Kementerian tertentu.
“Dengan hal itu memang sudah selayaknya Polri harus langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto. Kalau di bawah salah satu Kementerian atau dibentuk Kementerian khusus terkait dengan hal itu, sangat mungkin ini dimanfaatkan oleh partai politik ataupun kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan partainya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fernando pun menduga bahwa narasi yang menggelorakan agar Polri sebaiknya dipindah nomenklaturnya berada di bawah Kementerian atau lembaga tertentu, adalah mereka yang sebenarnya ingin melemahkan Polri, sekaligus mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini.
“Kalau ada pihak-pihak yang coba memikirkan alternatif-alternatif agar Kepolisian itu dibentuk salah satu Kementerian khusus yang membawahinya, ataupun di bawah salah satu Kementerian yang sudah ada, saya sangat meragukan, saya sangat menduga bahwa mereka mereka ini tidak menginginkan pemerintahan Prabowo Subianto berjalan dengan baik,” tutur Fernando.
Dengan demikian, ia berharap wacana itu tak perlu digubris, Polri fokus bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara, serta tetap semangat dalam bertugas. Walaupun ia tetap mendukung semangat Polri yang ingin melakukan berbagai perbaikan-perbaikan di internalnya, karena memang itu menurutnya harus tetap dilakukan dalam rangka memperbaiki sesuatu yang kurang baik demi optimalisasi pelindungan, pengayoman, dan pelayanan pada masyarakat.
Bahkan ia menyatakan siap mengawal Polri dari rongrongan pihak yang mencoba melemahkan institusi Korps Bhayangkara tersebut, yang juga akan berdampak pada memburuknya kepemimpinan nasional yang saat ini dipimpin oleh Presiden ke 8 Prabowo Subianto.
“Kami sebagai rakyat Indonesia akan tetap mendukung dan akan siap berada di belakang Kepolisian Republik Indonesia, untuk menghadapi pihak-pihak yang coba melakukan provokasi-provokasi, yang coba melakukan asumsi-asumsi dan juga pemikiran-pemikiran yang coba menyesatkan agar kepolisian tidak lagi di bawah presiden yang sesuai dengan undang-undang saat ini,” pungkasnya.

