HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pertahanan Denmark mengonfirmasi tengah melakukan pembicaraan dengan maskapai Air Greenland terkait rencana penyewaan pesawat guna mendukung kegiatan pengawasan di wilayah Kerajaan Denmark. Informasi tersebut disampaikan kementerian dalam pernyataan resmi pada Sabtu (31/1).
“Sangat penting bahwa kerja sama tersebut dilakukan dengan pihak yang memiliki pengalaman terbang dalam kondisi khusus yang berlaku di Greenland,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Denmark, dikutip Holopis.com, Sabtu (31/1).
Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen menjelaskan bahwa rencana tersebut merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas untuk melibatkan perusahaan-perusahaan Greenland dalam pelaksanaan fungsi negara. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt di Nuuk, Sabtu sore.
Berdasarkan kesepakatan yang tengah dirancang, Air Greenland akan dilibatkan dalam misi pengawasan wilayah udara Greenland. Kebijakan ini selaras dengan tahap pertama perjanjian Arktik dan Atlantik Utara yang telah disepakati pemerintah Denmark bersama pemerintah Greenland.
Perjanjian tersebut mengatur penghapusan secara bertahap penggunaan pesawat Challenger, sekaligus pengalihan tugas pengawasan serta operasi pencarian dan penyelamatan di kawasan Arktik kepada mitra sipil.
Kementerian Pertahanan Denmark menyebutkan pesawat sewaan tersebut ditargetkan mulai beroperasi sebelum akhir 2027. Namun, realisasi kerja sama ini masih bergantung pada persetujuan Komite Keuangan Parlemen Denmark.

