Senin, 23 Feb 2026
BREAKING
Senin, 23 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Dadan BGN Sebut Banyak Anak Putus Sekolah Karena Orangtua Tak Mampu Kasih Uang Jajan

88 Shares

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut bahwa banyak anak-anak putus sekolah di Indonesia. Mereka sampai membolos dan tidak melanjutkan pendidikan mereka. Padahal menurutnya, pendidikan di dalam negeri mayoritas sudah gratis.

“Apa sih yang menyebabkan banyak anak putus sekolah. Kan pendidikan di kita sudah gratis ya, sebagian besar, kecuali sekolah-sekolah swasta yang terkenal kan,” kata Dadan dalam podcast bersama Helmy Yahya seperti dikutip Holopis.com, Minggu (1/2/2026).

- Advertisement -

Di dalam podcast yang ditayangkan pada 8 Agustus 2025 tersebut, Dadan menyebut bahwa ada faktor yang krusial sebagai biang kerok dari banyaknya anak putus sekolah di Indonesia, yakni kurangnya kemampuan orangtua siswa untuk memberikan uang jajan harian.

“Dan ternyata yang membuat banyak keluarga anaknya putus sekolah karena kemampuan orang tua memberi jajan uang harian kepada anak. Itu yang menyebabkan banyak putus sekolah itu,” ujarnya.

- Advertisement -

Oleh sebab itu, ia mengatakan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi juru selamat dari banyaknya anak putus sekolah tersebut.

“Jadi hadirnya makan bergizi menyelamatkan mereka,” ujarnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Dadan Hindayana lahir di Garut Jawa Barat pada 10 Juli 1967. Ia merupakan Kepala BGN yang dilantik oleh Presiden ke 7 Joko Widodo pada 19 Agustus 2024. Pelantikan tersebut berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024. Karirnya berlanjut hingga saat ini di dalam kepemimpinan Presiden ke 8 Prabowo Subianto.

Dadan pernah menamatkan pendidikan di SMA Negeri Cimindi Cimahi, Kabupaten Bandung pada tahun 1986 silam. Sekolah tersebut saat ini bernama SMAN 13 Bandung.

Kemudian rampung SMA, ia melanjutkan pendidikan di S1 Proteksi Tanaman di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan mendapat gelar sarjana di tahun 1990.

Selanjutnya dia menempuh pendidikan S2 bidang Entomologi Terapan di Universitas Bonn Jerman dan lulus di tahun 1997.

Lalu ia mengambil gelar doktoral di Jerman, tepatnya di Gottfried Wilhelm Leibniz Universität Hannover atau LUH dan rampung dengan status S3 di tahun 2000.

Sebelum masuk Istana, ia terkenal sebagai akademisi di IPB. Bahkan ia mengajar di bidang studi entomologi dan pernah dikukuhkan sebagai lektor. Karena itu, ia cukup spesialis di bidang ilmu biologi yang secara khusus mempelajari serangga, mencakup morfologi, anatomi, fisiologi, ekologi, perilaku, taksonomi, serta perannya bagi manusia dan lingkungan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
88 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru