AS Kirim Kapal Induk Nuklir, Presiden Iran: Perang Tak Untungkan Siapa Pun

34 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian bicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi soal konflik dengan Amerika Serikat (AS). Pezeshkian menekankan Iran tak mencari konflik atau bentrokan apa pun dengan AS karena tak menguntungkan kedua pihak.

Dari keterangan Kepresidenan Iran, Pezeshkian melakukan panggilan telepon dengan Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Mesir merupakan sekutu Washington yang sudah diundang bergabung dengan “Dewan Perdamaian” Presiden AS Donald Trump.

- Advertisement -

“Republik Islam Iran tidak pernah mencari, dan sama sekali tidak mencari, perang dan sangat yakin bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan ini,” kata Pazeshkian dikutip dari Times of Israel, Minggu, (1/2/2026).

Tensi antara Iran dan AS memanas dengan potensi perang antara dua negara. Sejumlah negara tetangga terutama kawasan Timur Tengah terus melakukan diplomasi. Upaya diplomasi intensif dilakukan untuk menghindari perang habis-habisan.

- Advertisement -

Dunia internasionak tengah memonitor perkembangan di Timur Tengah dengan memperhaikan berbagai upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali akan tiba di Timur Tengah._HOLOPIS
Kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali akan tiba di Timur Tengah. (Foto: AP)

 

Trump sebelumnya pada Rabu, menyampaikan update soal ancaman intervensi militer AS di Iran. Ancaman Trump soal invasi mililter jika Teheran tak mencapai kesepakatan untuk mengekang program nuklirnya dan kapasitas rudal balistiknya.

“Armada besar sedang menuju Iran,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

Dari laporan Aljazeera, AS mengirimkan armada kapal perang AS termasuk kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengkonfirmasi dalam sebuah unggahan di X pada Senin bahwa USS Abraham Lincoln sudah dikirim ke Timur Tengah dengan dalih meningkatkan keamanan dan stabilitas regional.

Kapal USS Abraham Lincoln berangkat dari pelabuhan asalnya di San Diego, California pada November 2025. Kapal raksasa itu adalah salah satu kapal perang terbesar Angkatan Laut AS.

Trump mengeluarkan ancaman untuk melakukan intervensi militer ke Teheran sejak awal Januari imbas demo berdarah di Iran. Gelombang demo besar di Iran dimulai pada akhir Desember 2025 karena memburuknya kondisi ekonomi.

Eskalasi demo meningkat menjadi kerusuhan besar yang dilakukan pendemo. Demo besa itu jadi persoalan dalam kepemimpinan ulama di Iran sejak revolusi Islam 1979.

Trump awalnya menarik kembali ancamannya untuk tak menyerang Iran. Hal itu setelah menerima jaminan bahwa para pengunjuk rasa tidak akan dieksekusi pemerintah Iran. Namun, sejak itu ia telah memperbarui ancamannya.

Adapun otoritas Teheran menyatakan bahwa mereka tak bersedia bernegosiasi di bawah ancaman serangan. Iran melalui pejabatnya memberi sinyal keras soal kesiapannya untuk membela Iran.

“Prioritas Teheran saat ini bukanlah bernegosiasi dengan AS. Tetapi memiliki kesiapan 200 persen untuk membela negara kami,” kata Kazem Gharibabadi, anggota senior tim negosiasi Iran, kepada media pemerintah Iran pada hari Rabu.

Gharibabadi mengatakan pesan sudah disampaikan kepada AS melalui perantara. Tapi, ia menyatakan jika kondisi benar diserang, Iran akan tetap sepenuhnya siap untuk membela diri dengan berperang.

Ia mencontohkan Tindakan AS yang melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025. Padahal, saat itu negosiasi akan dimulai untuk mengakhiri perang 12 hari dengan Israel.

Dia menyampaikan selama konflik itu, memang hanya sedikit korban jiwa di pihak Israel. Tapi, rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan ‘Iron Dome’ Israel yang sangat dibanggakan. Hal itu yang memicu kekhawatiran di Tel Aviv dan Washington.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
34 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru