Penampakan Barang Bukti di Apartemen Selebgram Lula Lahfah, Ada Bercak Darah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Polisi membeberkan daftar barang bukti yang ditemukan di apartemen Selebgram Lula Lahfah saat ditemukan meninggal dunia pada 23 Januari 2026 lalu, di apartemen berlokasi di Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Polri, Penata Azhar Dahlan mengatakan, berdasarkan surat pengajuan pemeriksaan toksikologi dari Polres Jakarta Selatan dengan nomor B/468/Reskrim/2026/Reskrim Jakarta Selatan, terdapat sebanyak 16 barang bukti yang ditemukkan.

- Advertisement -

“Dalam surat ini, disampaikan ada 16 item barang bukti,” kata Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Polri, Penata Azhar Dahlan kepada wartawan dalam konferensi pers, Jumat (30/1/2026).

Azhar kemudian merincikan 16 barang bukti yang ditemukan yakni 4 botol liquid, 8 pods dengan berbagai merek dan warna, tabung gas whip pink ukuran 2.0 gram, kotak obat berwarna pink berisi 6 slot dan 44 tablet obat-obatan.

- Advertisement -

Azhar menjelaskan, barang bukti yang ditemukan kemudian dilakukan pemeriksaan toksikologi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kandungan berbahaya.

“Dari semua item, 16 item ini, untuk pestisida, alkohol, arsen, dan sianida tidak ditemukan,” ujar Azhar.

Adapun rincian 16 barang bukti yang ditemukan yakni 4 botol liquid, 8 pods dengan berbagai merek dan warna, tabung gas whip pink ukuran 2.0 gram, kotak obat berwarna pink berisi 6 slot dan 44 tablet obat-obatan, sprei, dan tisu bekas.

Azhar menjelaskan, barang bukti yang ditemukan kemudian dilakukan pemeriksaan toksikologi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan kandungan berbahaya.

“Dari semua item, 16 item ini, untuk pestisida, alkohol, arsen, dan sianida tidak ditemukan,” ujar Azhar.

Dia lalu merincikan pada pada 8 pods ditemukan kandungan gliserin dan nikotin, botol liquid ditemukan kandungan gliserin dan nikotin, pada tablet obat ditemukan kandungan bahan aktif seperti citalopram, dietilpropion, sulpiride, mepivacaine, enkainid, paramomisin, dan clozapine.

Kemudian, terkait tabung whip pink, Azhar menyebut bahwa tabung yang mengandung gas Nitrous Oxide (N2O) atau gas tertawa (laughing gas) ditemukan dalam keadaan kosong.

“Untuk tabung pink, waktu kami pemeriksaan keadaan kosong. Tapi dari penyidik dikasih dengan merek yang sama dari produksi yang sama, kami periksa tabung gas tersebut sebagai pembanding, ada mengandung Nitrous Oxide (N20),” pungkasnya.

Sementara itu, Kaur Subbid DNA Puslabfor Polri, Kompol Irfan Rofik mengungkapkan pada sprei dan tisu bekas ditemukan bercak darah.

“Setelah kami melaksanakan pemeriksaan, kami dapatkan kesimpulan bahwa benar pada sprei terdapat bercak darah. Pada tisu atau kapas bekas pakai terdapat bercak darah,” kata Kaur Subbid DNA Puslabfor Polri, Kompol Irfan Rofik.

Irfan memastikan bahwa bercak darah yang ditemukan merupakan darah akibat menstruasi, dan dipastikan bukan merupakan darah baru.

“Untuk darah yang ada di sprei dan tisu itu kemungkinan dara sudah lama. Jadi kemungkinan saudari LL ini datang bulan atau menstruasi. Jadi itu kemungkinan darah menstruasi,” kata Irfan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis