HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ada yang istimewa di balik dinding bersejarah Gedung AA Maramis. Bukan sekadar proses syuting biasa, film “Rose Pandanwangi” tengah merajut kembali memori emas Indonesia era 1950-1960-an.
Film yang mengangkat kisah hidup sang legenda seriosa pertama Indonesia ini tak hanya menjadi proyek ambisius, tapi juga simbol diplomasi budaya yang kuat.
Apalagi Film ini begitu unik dan wajib dinantikan karena merupakan hasil co-production internasional yang melibatkan kolaborasi raksasa dari empat negara yaitu Indonesia, Filipina, Belanda, dan Prancis.
Skala produksinya membuktikan daya tarik universal sejarah Indonesia yang telah diperkenalkan di Festival Film Cannes 2025. Alurnya pun tak sekadar biografi biasa, melainkan memotret sisi personal Rose Pandanwangi dan hubungan ikoniknya dengan sang maestro lukis Sindoedarsono Soedjojono, menyatukan musik seriosa dan seni lukis dalam ruang romansa sejarah.
Daya tarik visualnya diperkuat dengan estetika historical artistic yang megah garapan sutradara Razka Robby Ertanto, yang memanfaatkan lokasi-lokasi ikonik seperti Gedung AA Maramis hingga Istana Kepresidenan Bogor sebelum melanjutkan produksi ke Eropa.
Kualitas aktingnya pun dijaga oleh jajaran pemain bertabur bintang seperti Pevita Pearce, Refal Hadi, dan Rahayu Saraswati, dengan dukungan teknis dari penyanyi seriosa ternama Aning Katamsi demi menjaga otentisitas musiknya.
Melalui karya ini, terdapat misi mulia untuk mengenalkan kembali kejayaan musik seriosa kepada generasi Z dan milenial agar mereka mengenal ikon Indonesia yang pernah sangat dihormati di panggung internasional.
Dengan sentuhan rumah produksi Summerland Films yang dikenal berani (seperti dalam Ave Maryam dan Jakarta vs Everybody), Rose Pandanwangi diprediksi bukan hanya akan merajai bioskop tanah air, tapi juga berkeliling ke festival film bergengsi dunia.

