HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyampaikan, bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya bersama dengan aparat penegak hukum lainnya berhasil melakukan pengungkapan 773 kasus narkotika di Indonesia.
“BNN bersama aparat penegak hukum berhasil mengungkap 773 kasus tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika, termasuk pembongkaran jaringan 63 jaringan peredaran terorganisir,” kata Suyudi dalam orasi ilmiahnya di Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Dari total pengungkapan kasus dengan 63 jaringan terorganisir tersebut, mantan Kapolda Banten itu menyebut setidaknya ada 1.214 orang berhasil diproses.
“Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 1.214 tersangka berhasil diamankan,” ujarnya.
Kemudian, dari total penanganan kasus itu, BNN telah menyita setidaknya 2,1 juta gram ganja, 4 juta gram sabu, 365.579 butir pil ekstasi, dan 4,7 ribu gram kokain.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Wakapolda Metro Jaya ini menyampaikan bahwa BNN telah melakukan upaya penanggulangan produksi narkoba, khususnya ganja, termasuk pemusnahan total pada ladang ganja yang marak di Provinsi Aceh.
“Selain penindakan di hilir, BNN juga melakukan upaya pemutusan rantai produksi narkotik sejak hulu, melalui eradikasi ladang ganja khususnya di wilayah Aceh,” jelas Suyudi.
Dari operasi eradikasi tersebut, mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini menyebut total ganja yang telah dimusnahkan mencapai 109,8 ton dari ladang seluas 127 ribu meter persegi.
“Di era tahun 2025, BNN telah memusnahkan 127.800 m2 ladang ganja dengan total 224.500 batang tanaman dengan berat keseluruhan mencapai 109,8 ton,” paparnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, ia mengajak semua pihak untuk memahami bahwa peredaran narkoba menjadi ancaman serius bagi negara. Bahkan tak sedikit kasus pembunuhan dan kekerasan hingga kerusuhan terjadi di negara yang mengalami peredaran narkoba sangat masif.
“Semakin pesat perkembangan narkoba semakin tidak aman negara tersebut,” tandasnya.

