HOLOPIS.COM, JAKARTA – Artis cantik Amanda Manopo menyoroti banyaknya masyarakat yang mengutamakan pamer atau flexing hidup mewah. Untuk memenuhi hal itu bahkan tidak jarang yang memilih jalan pintas dengan menggunakan fasilitas pay letter bahkan hingga terjebak pinjaman online atau pinjol.
Amanda mengatakan, pay letter menjadi pilihan terakhir demi bisa menunjang gaya hidup mewah terutama di kalangan anak muda. Menurutny, hal ini berakar dari tekanan sosial di mana banyak orang yang lebih mementingkan penampilan padahal tidak sebanding dengan penghasilan.
“Susah sih kalau misalkan kita ngasih tahu ke zaman sekarang, karena sekarang ini di mana memang orang-orang lebih mentingin gaya sebenarnya,” ujar Amanda saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1).
Amanda melanjutkan, perkembangan teknologi dan maraknya gaya hidup media sosial membuat penilaian sosial menjadi hal pertama yang menjadi prioritas dalam menilai seseorang. Oleh karena itu, demi mendapatkan penilaian yang diinginkan, banyak orang memilih untuk berhutang agar terlihat mampu di mata orang lain. “Karena apa yang kita pakai itu akan jadi first impression orang untuk menilai seseorang,” katanya.
Sebagai seorang wanita, Amanda tidak menghindari kesukaannya berbelanja dan mengoleksi barang-barang mewah. Namun, istri dari Kenny Austin punya cara sendiri agar bisa terhindar dari jeratan Pay Letter salah satunya merubah mindset agar tidak terjerumus gaya hidup konsumtif.
“Mungkin ya emang mindset-nya aja yang harus diubah dulu. Harus bisa membedakan keinginan, kebutuhan, sama apa,” sebutnya.
Amanda menyadari, membeli sesuatu sebagai self rewards tidak masalah dilakukan selama tidak melewati batas. Hal lainnya yang harus dilakukan demi terhindar dari jeratan Pay Later adalah membatasi pergaulan dan tidak memaksakan sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan.
“Jadi ya mungkin lingkungan circle-nya harus dikurangi, terus habis itu harus bisa membedakan kemauannya, terus kemampuannya harus punya batasan gitu. Jangan terlalu memaksakan sesuatu hal yang memang tidak bisa dipaksain,” pungkasnya.

