HOLOPIS.COM, JAKARTA – Staf Operasi TNI Angkatan Udara menggelar Rapat Koordinasi Bidang Operasi atau Rakorops TNI Angkatan Udara Tahun Anggaran 2026 di GSG Suharnoko Harbani, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur. Agenda rapat koordinasi itu membahas tantangan operasi udara di era digital.
Asops KSAU Marsda TNI Suliono, menjelaskan keunggulan operasi udara di era digital sangat ditentukan oleh keunggulan informasi. Selain itu, dipengaruhi juga oleh faktor keandalan sistem komando dan kendali berbasis jaringan.
Lalu, penting pula kemampuan mengelola dan melindungi data dari ancaman siber. Menurut dia, modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam) harus berjalan seiring dengan penguatan system Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance (C4ISR).
“Pengembangan decision support system, penerapan network centric operation, serta peningkatan kemampuan satuan siber sebagai garda depan menjaga keberlangsungan operasi udara,” kata Marsda TNI Suliono, dikutip dari laman resmi TNI AL, Jumat, (30/1/2026).

Pun, dalam Rakorops kali ini mengangkat tema ‘Tantangan Modernisasi Alpalhankam, Teknologi Informasi, Keamanan Siber dan Ruang Angkasa dalam Rangka Operasi Udara di Era Digital Guna Mewujudkan TNI AU yang Ampuh‘.
Menurut dia, tema itu mencerminkan kesadaran bahwa modernisasi tak lagi dipandang semata sebagai pengadaan platform atau sistem senjata. Tapi, juga sebagai integrasi teknologi informasi, ketahanan keamanan siber, pemanfaatan ruang angkasa, serta penyiapan sumber daya manusia unggul dan berwawasan digital.
Penguatan Sistem Komando
Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Natuna Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi turut mengikuti Rakorops.
Forum rakor itu juga membahas penguatan sistem komando dan kendali berbasis jaringan serta perlindungan data. Hal itu dari berbagai ancaman siber yang berpotensi mempengaruhi kesiapan dan keberhasilan pelaksanaan operasi udara.
Mengutip dari keterangan Dispen TNI AU, modernisasi alutsista ditekankan harus sejalan dengan penguatan sistem C4ISR. Selain itu, penerapan network centric operation. Kemudian, pengembangan sistem pendukung keputusan di lingkungan satuan TNI AU.
Dengan rakor ini, diharapkan bisa terbangun kesepahaman strategis dalam menghadapi dinamika lingkungan operasi. Selain itu, bisa perkuat kesiapsiagaan dan profesionalisme TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional.

