HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan tidak akan ditutup meskipun kerap mendapat penolakan dari warga sekitar.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat melakukan kunjungan ke Taman Kelinci Roci, Cilincing, Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, seorang warga menyampaikan keluhan secara langsung terkait dampak operasional RDF Rorotan.
Pramono menyebut penutupan RDF Rorotan tidak memungkinkan karena fasilitas tersebut dibangun sebelum masa kepemimpinannya dan menelan biaya besar.
“Jadi, RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problemnya lebih rumit lagi, nggak mungkin,” ujar Pramono, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, (30/1).
Ia mengaku telah dua kali bertemu dengan warga di sekitar RDF Rorotan untuk mendengarkan aspirasi dan membahas keluhan yang muncul. Namun, Pramono menegaskan permintaan penutupan fasilitas tersebut tidak dapat dipenuhi.
Menurut Pramono, sumber utama permasalahan bau di sekitar RDF Rorotan berasal dari armada pengangkut sampah yang mengalami kebocoran, bukan dari proses pengolahan di dalam fasilitas.
“Untuk RDF Rorotan, memang problem utamanya adalah angkutan. Jadi, sekarang ini, begitu angkutan dilakukan, ada air lindinya jatuh, netes-netes, inilah yang kemudian menyebabkan protes masyarakat. Sedangkan Rorotan sendiri sudah berulang kali dilakukan komisioning, itu relatif tidak masalah,” ujarnya.
Sebagai langkah perbaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan armada truk compactor tertutup untuk mendukung operasional RDF Plant Rorotan. Pada 2025, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memiliki 148 unit truk compactor, terdiri atas 97 unit hasil pengadaan Tahun Anggaran 2024 dan 51 unit hasil pengadaan Tahun Anggaran 2025.
Pramono juga menegaskan akan melarang penggunaan armada pengangkut sampah lama serta meminta agar RDF Rorotan menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu.
“Mudah-mudahan, ini akan bisa mengatasi persoalan transportasi sampah yang ada di Rorotan ini,” kata Pramono.

