Mahasiswa di Makassar Gelar Unjuk Rasa Tolak Kedatangan Jokowi


Oleh : Rio Anthony

HOLOPIS.COM, MAKASSAR - Sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa menolak kedatangan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Makassar. Massa aksi yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) berunjuk rasa tepat di depan Hotel Claro Makassar yang merupakan lokasi Rakernas DPP PSI (Partai Solidaritas Indonesia).

Dalam aksinya, mereka membakar ban bekas di tengah jalan dan membentangkan dua buah spanduk bertuliskan "Usut Tuntas Penyerobotan Kawasan Hutan Lindung di Sulsel".

Pada spanduk lain juga tertulis Usut Tuntas Keterlibatan Jokowi pada Dugaan Kasus Impor Minyak, Desak KPK RI Periksa Jokowi yang Diduga Terlibat Kasus Korupsi Kuota Haji.

Fahrul, Jenderal Lapangan aksi Aliansi Keramat menegaskan, selama Jokowi hadir di Sulsel selama itulah mereka akan bersikukuh menolak Jokowi untuk hadir di Sulsel.

"Kenapa demikian? karena banyaknya dosa-dosa Jokowi terkait dengan kebijakan yang tidak pernah pro rakyat, itu menunjukkan bahwa proses kepemimpinannya banyak meresahkan masyarakat," ujar Fahrul, Jumat (30/1/2026).

Tak hanya Jokowi, Aliansi Keramat juga mendesak agar Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak mampu menjaga hutan.

Kedua persoalan Menteri Kehutanan yang hadir di Sulsel kami tegaskan jangan hanya datang untuk mengurusi partai politik.

"Kondisi hutan di Sulsel bahkan di Sulawesi tidak baik-baik saja, itu akibat banyaknya aktivitas pertambangan," ucapnya melalui pengeras suara.

Fahrul mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan bukan untuk menggangu Rakernas PSI, tapi untuk menyampaikan permasalahan yang ada di Indonesia, seperti kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan rezim Jokowi dan tidak becusnya Raja Juli Antoni sebagai Menteri Kehutanan.

"Mantan Kemenag Yaqut pernah ber-statement bahwa adanya dugaan keterlibatan Joko Widodo terkait kuota haji, kedua terkait hasil sidang Ahok soal dugaan kasus korupsi impor minyak, Ahok menyatakan bahwa Joko Widodo dan BUMN perlu diperiksa. Sehingga Aliansi Keramat menduga kuat mantan presiden ini diduga terlibat korupsi impor minyak," ucapnya dengan lantang.

Selain itu, mereka juga menyoroti kebijakan-kebijakan saat Jokowi menjabat presiden selama 10 tahun. Menurutnya, banyak kebijakan Jokowi yang tidak pro terhadap rakyat, seperti Omnibus Law atau Cipta Kerja.

"Kami dengan tegas akan menolak kedatangan Jokowi karena berbagai kebijakan yang hadir hari ini yang dibuat oleh Jokowi, dosanya ditanggung oleh rakyat," tegasnya.

Sedangkan untuk kasus kerusakan hutan di Indonesia, Fahrul menyebut bahwa Raja Juli Antoni dianggap tidak mampu menjaga hutan, salah satu contohnya bencana di Sumatra dan Aceh diduga terjadi akibat adanya kerusakan hutan.

"Permasalahan yang terjadi di Sumatra dan Aceh tidak terlepas dari rusaknya hutan akibat adanya pembalakan liar dan bentuk tanggung jawab dari Menteri Kehutanan," tuturnya.

Aksi unjuk rasa ini membuat jalan Ap Pettarani macet total, warga juga mengeluhkan aksi mahasiswa yang nyaris menutup badan jalan utama di Makassar.

Diketahui, kepastian kehadiran Jokowi di Rakernas PSI di Makassar disampaikan langsung oleh Putra bungsunya yang juga merupakan Ketua DPP Partai PSI, Kaesang Pangarep.

“Insya Allah besok datang,” ujar Kaesang dalam sambutannya pada pembukaan Rakernas di Hotel Claro, Kota Makassar, Kamis 29 Januari 2026 kemarin.

Dari informasih yang beredar, Presiden ke-7 itu akan tiba di Makassar pada, Jumat 30 Januari 2026 malam.

Tampilan Utama