Iran akan Anggap Setiap Langkah Militer AS sebagai Tindakan Perang
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memperingatkan bahwa Teheran akan menganggap setiap tindakan militer Amerika Serikat (AS) sebagai awal perang. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara di kawasan Timur Tengah.
Peringatan tersebut disampaikan Ali Shamkhani, penasihat senior Khamenei sekaligus perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran di Dewan Pertahanan Iran, melalui unggahan di platform X pada Rabu (28/1). Ia merespons penguatan kehadiran militer AS di kawasan.
Shamkhani menepis narasi adanya “serangan terbatas” terhadap Iran. Ia menegaskan setiap aksi militer, dalam bentuk dan skala apa pun, akan dibalas secara penuh.
“Setiap tindakan militer oleh AS dari sumber mana pun dan pada level mana pun akan dianggap sebagai awal perang, dan responsnya akan cepat, habis-habisan, dan belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Shamkhani, dikutip Holopis.com, Jum'at (30/1).
Ia juga menyatakan respons Iran tidak hanya diarahkan kepada pelaku langsung. Menurutnya, sasaran balasan akan mencakup pihak-pihak yang mendukung agresi.
Respons keras tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa “armada besar” yang dipimpin Kapal Induk Abraham Lincoln sedang bergerak menuju Iran. Trump juga memperingatkan Teheran bahwa “waktu hampir habis” untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.
Sebelumnya, pada Senin (26/1), Iran telah lebih dulu memperingatkan akan memberikan respons yang komprehensif dan akan menimbulkan penyesalan jika terjadi agresi militer.
Menanggapi pernyataan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menyatakan kesiapan militer negaranya. Ia menegaskan angkatan bersenjata Iran berada dalam posisi siaga penuh.
“Angkatan bersenjata kami yang gagah berani siap, dengan posisi yang sudah siaga, untuk dengan segera dan tangguh merespons setiap agresi,” kata Araghchi dalam unggahan di X pada Rabu.
Meski demikian, Araghchi menegaskan Iran tetap membuka pintu diplomasi. Ia menyatakan Teheran bersedia mencapai kesepakatan nuklir yang adil dan setara, tanpa tekanan atau ancaman, serta menjamin penggunaan teknologi nuklir secara damai tanpa pengembangan senjata nuklir.