Jumat, 20 Feb 2026
BREAKING
Jumat, 20 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Indonesia-Australia Sepakat Perkuat Sinergi Ekonomi Kreatif di 2026

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ekonomi kreatif kini resmi menjadi panggung utama diplomasi antara Indonesia dan Australia. Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Teuku Riefky Harsya, menyambut kunjungan hangat Menteri Urusan Seni Australia, Anthony Stephen Burke, di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum krusial untuk melambungkan industri kreatif kedua negara ke level yang lebih tinggi pada tahun 2026. Langkah ini diambil setelah kedua negara sukses menorehkan tinta emas kolaborasi sepanjang 2025.

- Advertisement -

Mulai dari perayaan satu dekade Festival Sinema Australia-Indonesia (FSAI) yang ikonik, suksesnya misi “Rasa Rempah Indonesia” (S’RASA) di Sydney, hingga kolaborasi teknologi bersama raksasa desain Canva Inc. untuk memoles skill digital para kreator tanah air.

Dalam bincang akrab tersebut, Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor kreatif adalah “the new engine of growth” atau mesin pertumbuhan ekonomi baru yang sedang dipacu oleh Pemerintah Indonesia. Fokusnya jelas: inovasi dan daya saing global.

- Advertisement -

“Kami memandang tahun 2026 sebagai gerbang utama untuk memperluas kolaborasi lintas subsektor. Kerja sama strategis ini adalah karpet merah bagi pelaku kreatif Indonesia agar bisa ‘naik kelas’, menembus jejaring talenta global, dan mengamankan posisi penting dalam rantai nilai internasional,” ujar Riefky dengan optimis.

Tiga agenda besar telah disepakati untuk mewarnai kalender kreatif tahun ini. Pertama, penguatan fondasi talenta melalui program short course dari Australia Awards Indonesia yang menyasar industri animasi—sebuah subsektor yang sedang naik daun di kedua negara.

Kedua, gairah sinema akan kembali berkobar lewat persiapan Festival Sinema Australia-Indonesia (FSAI) ke-11. Festival ini bukan hanya ajang nonton bareng, melainkan jembatan emosional yang mempererat hubungan kedua bangsa melalui kekuatan cerita.

Puncaknya, Indonesia secara resmi mengundang Australia untuk unjuk gigi dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Menekraf secara khusus meminta kehadiran Menteri Tony Burke untuk hadir langsung di Jakarta, menjadikan forum ini sebagai panggung kolaborasi kreatif terbesar di kawasan.

Menteri Tony Burke, sosok yang juga memegang kendali atas kebijakan Dalam Negeri dan Keamanan Siber Australia, memberikan respons yang sangat positif. Ia menilai sinergi ini adalah pertukaran kemajuan yang saling menguntungkan.

“Jika kita terus berbagi kemajuan yang optimis seperti ini, masa depan ekonomi kreatif bagi Indonesia dan Australia akan menjadi periode yang sangat menarik untuk disaksikan,” ungkap Burke.

Pertemuan strategis ini juga disaksikan oleh delegasi papan atas dari kedua negara, termasuk Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, serta jajaran pimpinan Kementerian Ekonomi Kreatif RI. Kesepakatan ini diprediksi akan menciptakan ekosistem kreatif regional yang lebih modern, inklusif, dan siap bersaing di kancah dunia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru