Amazon, Meta, dan Nike Kompak PHK Masal Karyawan Gegara AI

0 Shares

HOLOPIS.COM, NEW YORK – Belum genap 30 hari kalender 2026 berjalan, lantai bursa dan koridor perkantoran di Amerika Serikat sudah dilingkupi suasana mencekam. Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal kembali menghantam, namun kali ini dengan narasi yang berbeda yaitu kematian ambisi Metaverse dan fajar baru efisiensi berbasis Kecerdasan Buatan atau artificial intelligence (AI).

Sepanjang Januari 2026, ribuan pekerja harus mengepak barang-barang mereka. Fenomena ini bukan lagi sekadar pemangkasan biaya pasca-pandemi, melainkan reorganisasi struktural besar-besaran terhadap masa depan teknologi global.

- Advertisement -

Salah satu kejutan paling getir datang dari Meta. Mark Zuckerberg dilaporkan memangkas 10% atau sekitar 1.500 karyawan di unit Reality Labs. Divisi yang selama ini menjadi “anak emas” untuk membangun Metaverse—lewat proyek seperti Horizon Worlds dan kacamata pintar Ray-Ban Stories—kini berada di ujung tanduk. Para analis melihat ini sebagai sinyal kuat bahwa Meta mulai realistis: mimpi dunia virtual total ternyata terlalu mahal dan terlalu lambat untuk menghasilkan profit.

Bukan hanya Meta yang berdarah-darah, raksasa teknologi lain pun mulai mengambil langkah drastis yang serupa. Amazon, misalnya, telah mengumumkan pemangkasan 16.000 posisi secara global. Langkah ini tercatat sebagai gelombang PHK terbesar kedua bagi perusahaan dalam tiga bulan terakhir, sebuah sinyal adanya tekanan margin yang luar biasa hebat pada unit bisnis ritel sekaligus layanan cloud mereka.

- Advertisement -

Kondisi ini semakin diperparah dengan rontoknya pertahanan di sektor perangkat lunak. Autodesk, sang pembuat software desain legendaris, memutuskan untuk merumahkan sekitar 1.000 orang atau 7% dari total karyawannya. Fenomena ini menunjukkan bahwa industri perangkat lunak yang selama ini dianggap stabil pun tidak lagi kebal terhadap koreksi pasar yang sedang terjadi secara masif.

Di sisi lain, Pinterest mengambil langkah radikal dengan memecat 15% tenaga kerjanya atau sekitar 780 orang. Keputusan media sosial ini didasari oleh alasan yang sangat spesifik dan strategis, yakni alokasi ulang sumber daya perusahaan untuk berfokus sepenuhnya pada peran dan pengembangan yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI).

Mungkin yang paling menarik perhatian adalah penyedia layanan internet Angi. Mereka memecat 350 orang dengan alasan yang sangat jujur yaitu efisiensi AI. Ini mempertegas ketakutan banyak pihak bahwa AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan substitusi bagi peran-peran tertentu dalam organisasi.

“Kami mengoptimalkan struktur organisasi untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dengan mempertimbangkan peningkatan efisiensi yang didorong oleh AI,” tulis pernyataan resmi Angi.

Badai ini ternyata melintasi batas industri hingga menyentuh sektor ritel dan finansial. Nike, raksasa perlengkapan olahraga dunia, dikabarkan memutuskan untuk memangkas 775 karyawannya. Dampak paling signifikan dari kebijakan ini terasa di pusat-pusat distribusi mereka yang berlokasi di Tennessee dan Mississippi, sebuah langkah yang mencerminkan adanya pergeseran besar dalam pola konsumsi serta strategi logistik global perusahaan.

Kondisi serupa juga terjadi di sektor keuangan melalui kebijakan yang diambil oleh Citigroup. Bank tersebut dilaporkan memangkas sekitar 1.000 pekerjanya bulan ini. Kebijakan pemecatan ini sebenarnya merupakan bagian dari rencana besar yang telah diumumkan dua tahun lalu, di mana Citigroup menargetkan pengurangan jumlah karyawan secara total hingga mencapai 20.000 orang demi efisiensi operasional.

Data di atas menunjukkan sebuah tren unik di awal 2026. Perusahaan-perusahaan besar AS tidak lagi sekadar “bertahan hidup”. Mereka sedang melakukan pembersihan besar-besaran (great re-alignment).

Sumber daya manusia yang sebelumnya direkrut untuk membangun dunia virtual (Metaverse) kini dilepaskan, sementara modal dialihkan secara agresif ke pengembangan sistem otomatisasi berbasis AI. Januari 2026 akan diingat sebagai momen di mana korporasi berhenti bermimpi tentang dunia fantasi dan mulai bertaruh sepenuhnya pada efisiensi mesin.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis