Rial Iran Cetak Rekor Terendah, Dolar AS Tembus 1,58 Juta

37 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nilai tukar mata uang rial Iran kembali terpuruk dan mencetak rekor terendah sepanjang sejarah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (28/1). Media pemerintah Iran, Nour News, melaporkan dolar AS diperdagangkan di atas 1.580.000 rial di pasar domestik.

Pelemahan tersebut menandai percepatan penurunan nilai tukar yang telah berlangsung sejak akhir pekan lalu, ketika dolar masih berada di kisaran 1.510.000 rial. Data dari sejumlah situs pemantau mata uang menunjukkan bahwa rial Iran telah kehilangan sekitar 5 persen nilainya sejak awal bulan ini.

- Advertisement -

Berdasarkan informasi yang diterima Holopis.com, Kamis (29/1), merosotnya nilai rial dilaporkan dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari meningkatnya ketegangan internasional, kebijakan ekonomi dalam negeri, fluktuasi pasar global, hingga lonjakan permintaan mata uang asing di pasar domestik.

Pemerintah Iran mengklaim telah melakukan berbagai langkah untuk menstabilkan pasar. Salah satu upaya terbaru adalah penunjukan kembali Abdolnaser Hemmati sebagai gubernur bank sentral pada Desember lalu. Hemmati menggantikan Mohammad-Reza Farzin yang mengundurkan diri dan diberi mandat untuk menekan hiperinflasi, menstabilkan nilai tukar, serta mengatasi ketidakseimbangan sektor perbankan dan praktik korupsi ekonomi yang telah berlangsung lama.

- Advertisement -

Meski demikian, depresiasi tajam rial masih terus terjadi. Hemmati sendiri sebelumnya meremehkan volatilitas tersebut dengan menyatakan bahwa pasar valuta asing tengah bergerak sesuai ‘jalur alaminya’.

Tekanan ekonomi yang kian berat turut memicu keresahan di dalam negeri. Pada bulan lalu, para pedagang di Grand Bazaar Teheran menutup toko-toko mereka sebagai bentuk protes terhadap anjloknya nilai rial serta rencana pemerintah menghapus subsidi sejumlah bahan makanan dan bahan bakar.

Aksi tersebut dimulai pada 28 Desember dan dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah, bahkan merambah ke isu politik dan berujung pada bentrokan. Namun, otoritas Iran berulang kali membantah adanya instabilitas internal dan menuding pihak asing sebagai dalang di balik kerusuhan, dengan menuduh Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang menghasut situasi.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
37 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis