HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan program normalisasi Kali Ciliwung dengan membaginya ke dalam dua segmen utama.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, pembagian ini dilakukan untuk mempercepat pengendalian banjir di wilayah Jakarta.
“Proses normalisasi serta pembuatan tanggul di sepanjang Kali Ciliwung akan dibagi dalam dua segmen,” ujar Pramono, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Kamis (29/1/2026).
Pramono Anung Wibowo menjelaskan, segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono.
“Segmen pertama dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono. Lalu segmen kedua dari MT Haryono hingga TB Simatupang,” ujarnya.
Menurut Pramono, Kali Ciliwung memiliki peran vital dalam sistem aliran sungai di Jakarta sehingga normalisasi menjadi kebutuhan mendesak.
“Ciliwung ini adalah aktivitas sungai yang ada di Jakarta adalah di tempat ini. Sehingga dengan demikian normalisasi Ciliwung ini menjadi penting dan normalisasi Ciliwung secara prinsip dibagi menjadi dua segmen,” jelasnya.
Untuk segmen pertama, Pramono menyebut panjang sungai mencapai 7 kilometer dengan rencana pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer. Hingga saat ini, realisasi pembangunan tanggul telah mencapai 8,24 kilometer.
“Yang pertama adalah segmen dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono panjangnya 7 km. Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 km dengan realisasi saat ini mencapai 8,24 km,” ujarnya.
Sementara itu, segmen kedua membentang dari MT Haryono hingga TB Simatupang sepanjang 12,89 kilometer. Pada segmen ini, tanggul direncanakan sepanjang 18,7 kilometer dengan progres pembangunan sekitar 8,9 kilometer.
“Yang berikutnya adalah segmen kedua dari MT Haryono sampai TB Simatupang 12,89 km. Segmen ini direncanakan pembuatan tanggulnya 18,7 km dan realisasinya sekarang ini kurang lebih 8,9 km,” kata Pramono.
Ia juga menambahkan, kawasan yang lahannya telah resmi dibebaskan akan segera dilakukan pembongkaran sebagai bagian dari tahap awal pekerjaan.
“Kini kawasan yang sudah resmi dibebaskan akan mulai dibongkar,” pungkasnya.

