HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty melakukan komunikasi diplomatik tingkat tinggi dengan sejumlah pihak pada Rabu (28/1), menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Dalam waktu terpisah, Abdelatty berbincang melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi serta utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Steve Witkoff.
Dikutip Holopis.com Kamis (29/1), Kementerian Luar Negeri Mesir Abdelatty menegaskan urgensi peningkatan upaya diplomatik guna menurunkan eskalasi dan mencegah kawasan kembali terjerumus ke dalam ketidakstabilan baru. Mesir menilai situasi regional saat ini membutuhkan langkah-langkah penenangan yang konkret dan terkoordinasi.
Abdelatty juga menekankan pentingnya menjadikan jalur diplomasi sebagai prioritas utama untuk mencapai solusi politik yang berkelanjutan, demi menjaga keamanan dan stabilitas regional dalam jangka panjang.
Selain itu, ia mendorong terciptanya kondisi yang memungkinkan dilanjutkannya dialog antara Amerika Serikat dan Iran, dengan tujuan mencapai kesepakatan nuklir yang komprehensif. Menurut Mesir, kesepakatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi stabilitas internasional.
Hingga saat ini, baik pemerintah Iran maupun Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isi pembicaraan telepon tersebut.
Langkah diplomatik Mesir ini berlangsung di tengah laporan kedatangan Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah, serta pengumuman Presiden Trump mengenai pengiriman tambahan armada militer AS ke wilayah yang berdekatan dengan Iran. Di sisi lain, Teheran telah memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi akan dibalas dengan respons yang menyeluruh dan menimbulkan penyesalan.

