Jarang Diketahui, Sambung Rambut Ternyata Punya Efek Samping

53 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sambung rambut atau yang dikenal dengan istilah hair extension kini semakin populer sebagai salah satu metode untuk memperoleh rambut yang terlihat lebih panjang atau tebal secara instan.

Meskipun begitu, belum banyak yang tahu bahwa penggunaan sambung rambut tidak terlepas dari potensi efek samping. Efek-efek ini dapat muncul terutama jika prosedur pemasangan tidak dilakukan dengan benar, bahan yang digunakan kurang berkualitas, atau perawatan lanjutan tidak dijalankan dengan tepat.

- Advertisement -

Berikut ini daftar efek samping dari hair extension atau sambung rambut, dikutip Holopis dari Alodokter Kementerian Kesehatan RI.

1. Kerontokan Rambut

Salah satu efek samping yang paling sering terjadi akibat sambung rambut adalah kerontokan pada rambut asli. Sambungan rambut memberikan beban tambahan pada akar rambut, sehingga folikel rambut dapat mengalami tekanan terus-menerus.

- Advertisement -

Jika beban ini berlangsung dalam jangka panjang, helai rambut asli dapat lebih mudah tercabut dan menyebabkan rambut menipis bahkan kebotakan pada area tertentu.

2. Kulit Kepala Gatal atau Iritasi

Penggunaan bahan perekat seperti lem atau pita (tape) pada sambung rambut dapat memicu iritasi pada kulit kepala, terlebih bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Reaksi ini dapat berupa rasa gatal, kemerahan, atau sensasi panas. Rambut sintetis yang kurang berkualitas juga dapat memperburuk kondisi ini jika menimbulkan gesekan berlebihan pada kulit kepala.

3. Kerusakan dan Rambut Patah

Sambungan rambut yang tidak dipasang dengan teknik yang tepat atau tidak dirawat secara rutin dapat melemahkan struktur rambut asli. Hal ini dapat memicu rambut menjadi rapuh, mudah kusut, serta patah saat disisir atau dicuci, yang pada akhirnya mengurangi kualitas rambut secara keseluruhan.

4. Infeksi pada Kulit Kepala

Infeksi dapat terjadi jika kebersihan saat pemasangan atau perawatan sambung rambut kurang terjaga. Sisa kotoran, minyak, atau keringat yang tertahan di area sambungan dapat menciptakan lingkungan lembab yang mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur. Kondisi ini berisiko menyebabkan folikulitis, yaitu peradangan pada folikel rambut yang ditandai dengan benjolan merah dan rasa nyeri.

5. Reaksi Alergi terhadap Bahan Sambungan

Beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap bahan kimia yang terdapat pada lem, pita, atau serat rambut sintetis yang digunakan untuk menyambung rambut. Reaksi alergi ini dapat muncul sebagai ruam, bintik, pembengkakan, atau kemerahan pada kulit kepala beberapa jam hingga beberapa hari setelah pemasangan.

Demikian efek samping dari penggunaan hair extension yang wajib diwaspadai. Oleh karena itu, jika kamu berniat melakukan sambung rambut, pastikan memilih jenis sambungan yang ringan dan sesuai dengan tipe rambut, pemasangan dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikasi, hindari penggunaan sambungan rambut dalam waktu yang terlalu lama, serta menjaga kebersihan rambut dan kulit kepala secara teratur.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
53 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis