HOLOPIS.COM, JAKARTA – Isu reshuffe kembali mencuat karena salah satunya dipicu kosongnya kursi Wakil Menteri Keuangan atau Wamenkeu. Posisi Wamenkeu lowong usai Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari pun buka suara terkait isu reshuffle. Menurut dia, kemungkinan terjadinya reshuffle bisa saja terjadi.
Dia mengatakan reshuffle sebagai hal yang logis karena lowongnya kursi Wamenkeu usai Thomas Djiwandono terpilih mengisi jabatan Deputi Gubernur BI.
“Iya, mungkin (reshuffle) karena Pak Tomi (Thomas) kan ke mana? Ke Deputi Gubernur BI kan. Jadi, ada yang lowong kan? Ya itu. Kayaknya sih logis saja itu. Kalau itu kan logis aja. Berarti kan harus ada yang diisi,” kata Qodari kepada awak media dikutip pada Kamis, (29/1/2026).
Namun, Qodari menyampaikan Presiden Prabowo Subianto punya prerogatif sebagai kepala negara dalam urusan reshuffle.
Dia bilang reshuffle menyangkut dengan kinerja setiap menteri dan wakil Menteri di Kabinet Merah Putih.
Menurut dia, Prabowo memiliki data laporan soal kinerja Menteri. Selain itu, Prabowo juga rutin menggelar rapat terbatas dengan jajaran menteri untuk memonitor dinamika kabinet pemerintahan.
“Presiden itu punya pegang data terus lihat perkembangan-perkembangan,” tutur Prabowo.
Meski demikian, soal kepastian reshuffle atau tidak hanya diketahui Presiden Prabowo. Dia menilai keputusan itu merupakan hak prerogatif Presiden. “Hanya Presiden dan Tuhan yang tahu,” ujar Prabowo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga menjawab isu reshuffle pasca lowongnya kursi Wamenkeu. Dia mengatakan jika merujuk kursi Wamenkeu, maka benar ada reshuffle.
“Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar,” kata Prasetyo.
Sebelumnya, Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Thomas jadi Deputi Gubernur BI ditetapkan pada sidang Paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/1).
Thomas sudah disetujui DPR untuk menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung. Selanjutnya, Thomas bakal dilantik sebagai Deputi Gubernur BI sesuai peraturan perundang-undangan.

