CEO Anthropic Bicara Blak-blakan soal Ancaman AI terhadap Dunia Kerja


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

HOLOPIS.COM, JAKARTA - CEO Anthropic Dario Amodei kembali melontarkan peringatan keras soal dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja global.

Menurutnya, perkembangan AI akan memicu gangguan jangka pendek yang sangat menyakitkan, bahkan berpotensi lebih besar dibandingkan revolusi teknologi sebelumnya.

Amodei, pendiri Anthropic dan sosok di balik chatbot Claude, menilai risiko AI selama ini masih diremehkan.

Dalam sebuah esai terbaru, ia menyebut AI tidak hanya mengancam sebagian pekerjaan, tetapi dapat menggantikan kemampuan manusia secara luas dan serentak. Tahun lalu, Amodei bahkan memperkirakan AI bisa menghapus hingga 50% pekerjaan kerah putih.

Ia juga menyoroti bahaya lain, mulai dari AI yang menjadi otonom dan sulit dikendalikan, penyalahgunaan oleh aktor jahat untuk menciptakan senjata biologis, hingga potensi munculnya kediktatoran global berbasis AI.

Menurut Amodei, manusia selama ini mampu pulih dari disrupsi teknologi karena dampaknya bersifat terbatas. Namun AI dinilai berbeda.

“AI berkembang jauh lebih cepat dan menyentuh hampir semua sektor sekaligus, mulai dari keuangan, hukum, konsultasi, hingga teknologi,” tulisnya.

Kondisi ini membuat pekerja kesulitan beradaptasi atau berpindah industri, karena keahlian mereka ikut terdampak oleh otomatisasi. Amodei menyebut AI kini berperan sebagai pengganti tenaga kerja umum, bukan sekadar alat bantu.

Ia menilai intervensi pemerintah akan menjadi kunci, termasuk kemungkinan pajak progresif bagi perusahaan AI. Data Challenger, Gray & Christmas mencatat AI dikaitkan dengan hampir 55.000 PHK di AS sepanjang 2025.

Meski demikian, pandangan soal dampak AI masih terbelah. MIT memperkirakan AI sudah mencakup 11,7% pekerjaan AS, sementara Yale menilai belum ada kehilangan kerja masif. Di sisi lain, CEO Nvidia Jensen Huang justru melihat AI menciptakan peluang baru di sektor kerah biru.

Tampilan Utama