HOLOPIS.COM, JAKARTA – Anggota TNI dan Polri yang sempat mengamankan seorang penjual es jadul di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait video viral yang menuding es hunkue tersebut berbahan spons bedak.
Klarifikasi disampaikan oleh Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa di Aula Mako Polsek Kemayoran, Senin (26/1/2026) malam, menyusul hasil uji laboratorium forensik Polri yang menyatakan es hunkue tersebut berbahan makanan dan aman dikonsumsi.
Sebelumnya, video pengamanan penjual es di wilayah Utan Panjang RT 010/RW 05 menuai kritik luas dari masyarakat karena dinilai merugikan pedagang kecil dan memicu kesalahpahaman publik.
Dalam klarifikasinya, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa Aiptu Ikhwan Mulyadi mengakui adanya kekeliruan dalam menyimpulkan dugaan bahan es tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujarnya.
Ikhwan menjelaskan, tindakan awal yang dilakukan merupakan respons cepat atas laporan warga yang mencurigai adanya makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka. Namun, ia mengakui bahwa langkah tersebut seharusnya disertai proses verifikasi yang lebih cermat.
“Kami menyadari telah menyimpulkan terlalu cepat tanpa menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan maupun Laboratorium Forensik Polri. Seharusnya proses klarifikasi dilakukan terlebih dahulu,” katanya.
Ia secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada Sudrajat, pedagang es hunkue yang terdampak langsung akibat kejadian tersebut.
“Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau. Kami memahami kejadian ini berdampak pada usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil,” ujar Ikhwan.
Selain kepada pedagang, permohonan maaf juga disampaikan kepada masyarakat luas atas keresahan dan kesalahpahaman yang muncul, serta sentimen negatif terhadap institusi akibat beredarnya video tersebut.
Ke depan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat berkomitmen untuk lebih berhati-hati, mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah.

