HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Udara mengerahkan drone Avia Hybrid untuk mendukung penanganan pascabencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Operasi itu dilakukan Pusat Geospasial TNI Angkatan Udara (Pusgeosau).
Komandan Lanud Husein Sastranegara Marsma TNI MD. Irman Fathurahman menjelaskan penggunaan drone Avia Hybrid untuk percepat pengumpulan data geospasial di wilayah terdampak longsor. Pasalnya, drone Avia Hybrid memiliki kemampuan menjangkau area sulit diakses.
Drone itu menghasilkan citra udara resolusi tinggi yang diperlukan untuk analisis kondisi medan yang longsor. Drone juga untuk mengukur luasan longsoran, serta potensi ancaman susulan.

Marsma TNI Irman menambahkan data yang diperoleh dari pemetaan udara itu bakal digunakan sebagai bahan pendukung bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Dengan demikian, bisa jadi rujukan dalam perencanaan penanganan darurat, rehabilitasi, dan mitigasi bencana.
“Penggunaan drone Avia Hybrid memungkinkan pemetaan dilakukan secara cepat, akurat, dan aman, terutama di lokasi yang berisiko tinggi bagi personel di lapangan,” kata Marsma Irman, dalam laman resmi TNI AU yang dikutip pada Rabu, (28/1/2026).
Dia menambahkan, selain pemetaan, hasil citra udara juga diharapkan bisa bantu proses identifikasi jalur evakuasi. Selain itu, membantu kondisi wilayah bencana, serta infrastruktur yang terdampak bencana tanah longsor tersebut.
Menurut Marsma Irman, keterlibatan TNI AU dalam penanggulangan bencana juga bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Hal itu khususnya dalam mendukung bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana alam di wilayah Indonesia.
“Dengan dukungan teknologi geospasial, TNI AU berkomitmen terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat proses pemulihan pascabencana serta meningkatkan keselamatan masyarakat di daerah rawan bencana,” jelas Marsma Irman.
Adapun dalam perkembangan penanganan bencana longsor di Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, sudah 50 jenazah yang diterima Tim DVI Polda Jawa Barat.
Namun, dari data sementara ini, jenazah yang berhasil teridentifikasi baru 34. Sisa jenazah lain masih dalam proses pendalaman medis.

