Pengumuman MSCI Bikin IHSG Anjlok Lebih dari 6 Persen

4 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas, dengan pelemahan tercatat sebesar 6 persen lebih ke level 8.596,17 pada pada awal sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026).

Tekanan di pasar saham domestik muncul menyusul pengumuman MSCI yang dirilis Selasa (27/1) waktu setempat. Dalam pengumuman tersebut, MSCI menetapkan sejumlah perubahan dalam indeks review yang akan berlaku pada Februari 2026.

- Advertisement -

Tiga Pembekuan Penting dari MSCI

Perubahan sementara yang diterapkan MSCI terhadap pasar Indonesia mencakup tiga kebijakan utama. Pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar segmen ukuran indeks, termasuk dari kategori Small Cap ke Standard.

- Advertisement -

Dalam keterangannya, MSCI menyebut langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas indeks sekaligus menekan risiko terkait kelayakan investasi di Indonesia.

“Perawatan ini bertujuan untuk mengurangi risiko pergantian indeks dan risiko kelayakan investasi sambil memberikan waktu bagi otoritas pasar yang berwenang untuk menerapkan perbaikan transparansi yang signifikan,” tulis pengumuman MSCI, dikutip Holopis.com, Rabu (28/1/2026).

Ancaman Penurunan Status Pasar Indonesia

MSCI juga memberi sinyal keras bahwa status pasar Indonesia bisa dievaluasi lebih lanjut jika tidak ada perbaikan signifikan dalam waktu dekat. Evaluasi tersebut dijadwalkan kembali pada Mei 2026.

Jika kondisi tidak membaik, MSCI mempertimbangkan langkah lanjutan berupa penurunan bobot seluruh sekuritas Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Index. Bahkan, ada potensi Indonesia direklasifikasi dari status Pasar Emergen (Emerging Market) menjadi Pasar Frontier (Frontier Market).

“MSCI akan terus memantau perkembangan di pasar Indonesia dan berkoordinasi dengan peserta pasar dan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan IDX. MSCI akan mengkomunikasikan tindakan lebih lanjut sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Akar Masalah

Sebelumnya, pada Oktober 2025, MSCI telah meminta masukan pelaku pasar terkait rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai referensi tambahan dalam penghitungan free float.

Namun, hasil konsultasi menunjukkan kekhawatiran mendasar dari investor global terhadap transparansi pasar saham Indonesia. MSCI menilai masih terdapat persoalan struktural yang memengaruhi kelayakan investasi.

“Investor menyoroti bahwa masalah fundamental terkait kelayakan investasi tetap ada akibat ketidakjelasan struktur kepemilikan saham yang berkelanjutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat,” ungkap pengumuman tersebut.

MSCI juga menekankan pentingnya data kepemilikan saham yang lebih rinci dan dapat diandalkan guna memastikan penilaian free float yang akurat.

“Untuk mengatasi beberapa kekhawatiran ini, informasi yang lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, diperlukan untuk mendukung penilaian yang kokoh terhadap free float dan kelayakan investasi di seluruh sekuritas Indonesia,” pungkasnya.

Dampak ke Pasar Modal Indonesia

Keputusan MSCI ini menjadi sentimen negatif besar bagi pasar modal Indonesia karena indeks MSCI menjadi acuan utama bagi banyak investor institusi global. Pembekuan kenaikan bobot saham Indonesia berpotensi menghambat aliran dana asing (capital inflow), sekaligus meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Pelaku pasar kini menanti respons regulator, termasuk OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan KSEI, untuk mempercepat perbaikan transparansi dan struktur data kepemilikan saham guna menjaga posisi Indonesia dalam indeks global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
4 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis