Pemerintah Siap Kirim Bumbu dan Makanan Siap Saji Khas Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

9 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Haji dan Umrah tengah memastikan jemaah haji Indonesia tetap mendapatkan makanan bercita rasa Nusantara saat berada di Tanah Suci. Salah satunya lewat rencana ekspor bumbu masakan dan makanan siap santap ke Arab Saudi untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kemenhaj menyatakan langkah ini sekaligus ditujukan agar perputaran dana haji tidak hanya mengalir ke luar negeri, tetapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha di dalam negeri, khususnya UMKM.

- Advertisement -

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi menyebutkan, anggaran operasional penyelenggaraan haji 2026 mencapai Rp 18,2 triliun. Dana tersebut diharapkan bisa membuka peluang bagi produk lokal untuk masuk ke rantai pasok konsumsi jemaah.

“Bahkan selama ini dirasakan oleh Thailand, oleh Filipina, oleh Australia bahkan, ya, oleh Malaysia. Harapannya ke depan ini bisa mengucur sebagian ke masyarakat Indonesia melalui UMKM yang ada yang kita kasih kesempatan untuk bisa melakukan ekspor ke Saudi untuk pelaksanaan ibadah haji ini,” tutur Jaenal kepada awak media, Selasa (27/1/2026).

- Advertisement -

Menurut Jaenal, produk yang sudah berjalan dan akan dimaksimalkan tahun ini adalah aneka bumbu masakan khas Indonesia. Total ada 22 jenis bumbu yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah selama di Arab Saudi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan makanan siap santap atau ready-to-eat (RTE), terutama untuk fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pada fase ini, jemaah tidak memiliki waktu maupun fasilitas untuk memasak sehingga makanan harus siap dikonsumsi.

Kemenhaj juga telah melakukan uji coba produk bumbu dan RTE dengan melibatkan pemasok yang memiliki kualifikasi ekspor ke Arab Saudi. Total terdapat 10 perusahaan penyedia makanan siap santap dan 10 perusahaan penyedia bumbu masakan yang ikut dalam uji coba tersebut.

Seluruh perusahaan telah mengantongi sertifikasi dari Saudi Food and Drug Authority, otoritas setara BPOM di Arab Saudi.

“Lalu kita adakan test food dan cita rasanya sudah Indonesia semua,” ujar Jaenal.

Kebutuhan Capai Ratusan Ton

Untuk kebutuhan haji tahun ini, Kemenhaj mencatat kebutuhan bumbu masakan mencapai lebih dari 400 ton. Sementara itu, makanan siap santap disiapkan sekitar 3.900.000 paket untuk dikonsumsi jemaah selama berada di Tanah Suci.

Kebutuhan dalam skala besar tersebut diharapkan menjadi peluang konkret bagi UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar ekspor dan terlibat langsung dalam ekosistem penyelenggaraan haji.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis