Kemenhaj Siapkan Ekosistem Ekonomi Haji 2026, Dari Makanan hingga Ekspor Beras

10 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) mulai menyiapkan langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih kuat di Tanah Suci.

Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga mendorong pemanfaatan produk dalam negeri guna mendukung kebutuhan jamaah sekaligus memperluas jejak ekonomi nasional di Arab Saudi.

- Advertisement -

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, menjelaskan bahwa penguatan ekosistem ini dilakukan melalui sejumlah program konkret.

Salah satu langkah utama adalah penyediaan makanan siap saji (Ready to Eat) serta bumbu pasta khas Indonesia untuk jamaah haji. Kemenhaj juga mendorong pemanfaatan area komersial di Arab Saudi guna menunjang kebutuhan jamaah sekaligus mempromosikan produk nasional.

- Advertisement -

Tak hanya itu, pengiriman beras dan berbagai komoditas lain ke Arab Saudi juga menjadi bagian dari strategi besar tersebut. Jaenal menegaskan, penggunaan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji nasional.

Rakor Pimpinan Matangkan Persiapan Haji 2026

Di sisi lain, Kemenhaj juga menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan untuk mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tahun 1447 H/2026 M.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menekankan sejumlah strategi penting dalam peningkatan tata kelola penyelenggaraan haji. Fokus tersebut mencakup pengetatan perizinan dan pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) serta Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) guna mencegah penipuan terhadap calon jamaah.

Selain itu, perbaikan sarana pelatihan serta revitalisasi Asrama Haji juga menjadi perhatian utama untuk menjaga citra layanan haji Indonesia. Kemenhaj turut memperkuat peran hubungan masyarakat (Humas) lintas direktorat guna meningkatkan komunikasi publik.

“Kita akan terapkan kebijakan monitoring ketat melalui evaluasi kinerja pejabat setiap enam bulan sekali guna menjamin birokrasi yang lincah dan bertanggung jawab. Faktor keselamatan jamaah juga menjadi prioritas tertinggi di atas segalanya,” kata Menhaj dikutip dalam keterangan tertulis, dikutip Holopis.com, Rabu (28/1/2025).

Kesiapan Petugas Haji Hampir 100 Persen

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo melaporkan bahwa kesiapan petugas haji terus menunjukkan progres signifikan. Ia menyebutkan bahwa input data petugas haji pada aplikasi Nusuk hampir rampung sepenuhnya.

Puji juga menambahkan bahwa Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 H/2026 M saat ini berjalan paralel dengan fokus pendalaman tugas dan fungsi di masing-masing Daerah Kerja (Daker).

Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan tidak hanya berfokus pada kelancaran ibadah, tetapi juga optimalisasi ekosistem ekonomi haji dan umrah sebagai bagian dari strategi besar penguatan peran Indonesia di Tanah Suci.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
10 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis