BEI Respons IHSG Ambles Usai Pengumuman MSCI, Janji Begini ke Pelaku Pasar

16 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam pada awal perdagangan Rabu (28/1/2026), menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sejumlah aksi indeks saham Indonesia.

Tekanan jual terjadi merata di hampir seluruh sektor. Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 703 saham melemah, hanya 61 saham menguat, dan 36 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp18,8 triliun dengan volume perdagangan mencapai 26,9 miliar saham.

- Advertisement -

BEI Koordinasi dengan MSCI

Menanggapi gejolak pasar tersebut, Corporate Secretary BEI, Kautsar Primadi, menyatakan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia akan terus berkoordinasi dengan MSCI. Langkah ini diambil untuk merespons kekhawatiran global terkait transparansi data kepemilikan saham di pasar modal Indonesia.

“Terkait dengan pengumuman dari MSCI pagi ini, OJK, IDX, dan KSEI akan terus melalukan diskusi dengan MSCI,” ucap Kautsar kepada wartawan, dikutip Holopis.com, Rabu (28/1/2026).

- Advertisement -

Kautsar menjelaskan, sebelumnya BEI telah berupaya meningkatkan keterbukaan informasi, termasuk dengan mempublikasikan data free float melalui situs resmi BEI.

“Namun jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan,” kata Kautsar.

Dampak Kebijakan MSCI ke Pasar Saham Indonesia

Dalam pengumuman terbarunya, MSCI resmi memberlakukan perlakuan sementara terhadap pasar saham Indonesia. Kebijakan yang diumumkan pada Selasa (27/1) itu akan berlaku termasuk pada index review Februari 2026.

MSCI membekukan sejumlah komponen penting dalam proses penyesuaian indeks (rebalancing), yakni:

  • Pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS);
  • Penghentian penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI);
  • Pembekuan perpindahan naik antar segmen ukuran indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Langkah tersebut secara efektif menahan potensi kenaikan bobot saham Indonesia di indeks global MSCI, yang selama ini menjadi acuan utama investor institusi internasional.

Investor Asing Tunggu Kepastian

Keputusan MSCI memicu kekhawatiran pasar karena dapat berdampak pada arus dana asing ke Indonesia. Tanpa adanya peningkatan bobot atau penambahan saham baru, potensi capital inflow dari dana pasif global berisiko tertahan, bahkan berbalik menjadi arus keluar jika ketidakpastian berlanjut.

Pelaku pasar kini menanti langkah konkret dari regulator dan otoritas pasar modal Indonesia, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BEI, dan KSEI, untuk meningkatkan transparansi data kepemilikan saham dan menjaga kepercayaan investor global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
16 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis