Terpilih Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Ungkap Jurus Genjot Ekonomi


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

HOLOPIS.COM, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono mengungkapkan visinya untuk memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, khususnya pada aspek likuiditas dan suku bunga, demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Menurut Thomas, pendekatan ini berbeda secara fundamental dibandingkan skema pembagian beban (burden sharing) yang diterapkan pemerintah dan BI saat pandemi COVID-19.

“Hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal-moneter, khususnya di level likuiditas dan suku bunga. Ini fundamentally berbeda dengan apa yang dilakukan saat pandemi,” ujar Thomas usai uji kelayakan dan kepatutan di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Fokus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi

Thomas menilai Indonesia saat ini tidak berada dalam situasi krisis, melainkan tengah berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Karena itu, dibutuhkan model koordinasi fiskal dan moneter yang lebih adaptif dan progresif.

Mengacu pada UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK, ia menegaskan peran bank sentral tak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Thomas mengakui kebijakan moneter BI sudah sangat akomodatif. BI-Rate tercatat turun signifikan dari 6,25 persen pada 2024 menjadi 4,75 persen saat ini. Namun, dampaknya ke bunga kredit masih berjalan lambat.

Ia memaparkan, setiap penurunan 1 persen BI-Rate hanya menurunkan bunga kredit modal kerja sekitar 0,27 persen dalam 6 bulan, dan maksimal 0,59 persen dalam 3 tahun.

“Artinya, transmisi dampak kebijakan membutuhkan waktu lama dan tidak sepenuhnya dapat ditransmisikan,” jelas Thomas.

Kondisi ini yang mendorongnya mengusulkan sinergi lebih erat dengan kebijakan fiskal dan otoritas keuangan.

Thomas menilai sinergi BI, Kemenkeu, OJK, dan LPS dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sudah berjalan baik, namun masih bisa diperkuat.

“Saat COVID-19 ada burden sharing yang sangat membantu. Kini, tantangannya berbeda karena kita menghadapi program pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

Komitmen Independensi BI

Menanggapi sentimen publik terkait latar belakang politiknya, Thomas menegaskan komitmennya pada profesionalisme.

Ia mengonfirmasi telah mundur dari jabatan Bendahara Umum Partai Gerindra sejak Maret 2025, serta tidak lagi menjadi anggota partai per 31 Desember 2025.

“Ini adalah komitmen saya terhadap independensi Bank Indonesia dan profesionalisme,” tegasnya.

Usai uji kelayakan, Komisi XI DPR RI memilih Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung. Keputusan ini akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa (27/1/2026) untuk pengesahan.

Tampilan Utama