HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pihak kepolisan telah mengamankan sejumlah barang bukti penting dari lokasi kejadian meninggalnya selebgram Lula Lahfah secara mendadak pada Jumat (23/1) malam di apartemennya di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Beberapa barang tersebut kini tengah menjalani pengujian mendalam di Laboratorium Forensik (Labfor). Sayangnya belum ada keterangan lebih rinci terkait apa saja barang bukti yang saat ini diamankan tersebut. Kerahasiaan ini diperlukan karena proses penyelidikan masih berlangsung secara tertutup.
“Ada beberapa barang bukti yang nanti kami akan siapkan press conference yang lebih lanjut terkait barang bukti tersebut. Karena barang bukti tersebut harus kita laksanakan uji labfor. Jadi saat sekarang kita belum bisa sampaikan karena ada beberapa barang bukti yang barang bukti itu masih terkait dalam proses penyelidikan kami,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Iskandar Syah kepada media.
Selain barang fisik, polisi juga telah mengantongi rekaman CCTV dari tempat kejadian perkara. Hasil pemeriksaan rekaman tersebut menjadi bahan evaluasi primer bagi tim penyidik. Ia menyebut hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya pihak luar yang sengaja mencelakai korban dan semua data yang ada masih dalam tahap sinkronisasi dengan keterangan saksi dan ahli.
“Oleh karena itu tidak ada tanda-tanda tindak kekerasan dan juga tidak ada dugaan, karena kita sudah mengecek barang bukti maupun CCTV yang ada yang menghilangkan nyawa korban. Oleh karena itu, jadi, sampai saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Dan dokter juga siap untuk memberikan keterangan kepada kepolisian,” bebernya.
Polisi juga menanggapi isu-isu liar yang beredar mengenai indikasi penyalahgunaan zat tertentu. Hingga kini, penyidik memilih untuk bersikap hati-hati dan menunggu hasil lab yang sah.
“Sampai saat ini kita masih dalami semuanya. Jadi kita masih menunggu, mohon waktu dari penyidik. Dari rekan-rekan turut membantu berdoa dan mendukung adanya informasi-informasi dari rekan-rekan yang dibutuhkan, baik dari rekan-rekan media maupun luar kepada kepolisian sangat berguna bagi kami,” katanya.
Tidak Ada Autopsi Demi Hormati Keluarga
Berdasarkan pemeriksaan visual awal, kepolisian tidak menemukan adanya bekas luka atau tanda kekerasan pada tubuh Lula. Pemeriksaan medis awal ini dilakukan di Rumah Sakit Fatmawati segera setelah korban dievakuasi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditemukan.
Atas dasar temuan tersebut dan permintaan pihak keluarga, polisi memutuskan untuk tidak melaksanakan prosedur autopsi. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati kepolisian terhadap keluarga yang tengah berduka.
“Oleh karena itu, kemarin saya juga infokan juga tidak dilaksanakan autopsi. Ya kita minta permintaan, karena berdasarkan permintaan dari orang tua, dan kita juga empati apa yang terjadi pada saudari LL,” katanya.
Kepolisian juga melayangkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak menyebarkan asumsi negatif mengenai kematian Lula. Spekulasi yang tidak berdasar dikhawatirkan akan menimbulkan perspektif buruk di tengah masa duka keluarga.
Penyidik meminta media massa turut membantu menjaga situasi tetap kondusif dan hanya menyebarkan fakta. Segala bentuk misinformasi dapat mengganggu jalannya penyelidikan yang sedang berlangsung secara ilmiah.

