HOLOPIS.COM, DENPASAR – Badan Kerja Sama LPD (BKS-LPD) Provinsi Bali menargetkan platform m-Pise Digital digunakan lebih dari 500 ribu nasabah Lembaga Perkreditan Desa (LPD) pada 2026.
Ketua BKS LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendikiawan, menyatakan bahwa digitalisasi LPD merupakan langkah strategis untuk menjaga relevansi dan keberlanjutan lembaga.
“LPD harus masuk ke era digital agar tetap relevan dan berkelanjutan. Target lebih dari 500 ribu pengguna m-Pise Digital pada 2026 adalah bagian dari upaya percepatan mewujudkan LPD Digital yang kuat, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan generasi sekarang dan mendatang,” kata I Nyoman Cendikiawan, Selasa (27/1/2026).
Cendikiawan menjelaskan, tantangan utama LPD ke depan bukan hanya permodalan dan tata kelola, tetapi juga regenerasi nasabah dan pengurus. Perubahan pola perilaku masyarakat, khususnya generasi muda, menuntut LPD hadir dalam layanan yang mudah diakses dan cepat.
m-Pise Digital merupakan platform layanan digital yang dikembangkan untuk mendukung operasional LPD dan memperluas akses layanan keuangan kepada krama desa adat. Platform ini dirancang sebagai fondasi pembentukan ekosistem ekonomi digital desa adat yang inklusif.
Direktur USSI Dewata Teknologi sebagai pengembang m-Pise Digital, Ihin Solihin, menyampaikan platform ini dikembangkan dengan pendekatan jangka panjang.
“m-Pise Digital bukan sekadar aplikasi, tetapi strategi untuk menjaga keberlanjutan LPD. Kami merancang platform ini agar mampu menjadi alat regenerasi, memperluas basis nasabah, sekaligus memperkuat peran LPD sebagai penggerak ekonomi desa adat di era digital,” ujarnya.
Dengan dukungan BKS-LPD Provinsi Bali, LPD di seluruh Bali diharapkan dapat mengadopsi m-Pise Digital secara masif dan terintegrasi.

