HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyakit leptospirosis atau yang dikenal sebagai kencing tikus menjadi salah satu ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai masyarakat pascabanjir.
Penyakit ini dapat menular melalui air yang terkontaminasi urine tikus, terutama di wilayah permukiman yang tergenang banjir dan memiliki sanitasi lingkungan yang terganggu.
Risiko penularan meningkat ketika warga beraktivitas di genangan air tanpa perlindungan, sementara sisa lumpur dan sampah belum sepenuhnya dibersihkan.
Menyikapi potensi tersebut, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mengambil langkah antisipasi untuk mencegah munculnya kasus kencing tikus di wilayah terdampak banjir. Upaya pencegahan difokuskan pada pembersihan dan disinfeksi lingkungan permukiman warga setelah banjir surut.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengatakan, antisipasi dilakukan melalui koordinasi dengan puskesmas di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk melakukan disinfeksi lingkungan warga.
“Untuk warga kami yang tergenang, setelah pasca banjir itu, kami sudah harus berkoordinasi dengan puskes kelurahan dan puskes keluarga kecamatan, untuk memberikan karbol,” ujar Hendra dalam kegiatan Pengerukan Kali Cakung Lama, Rawa Indah, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pembersihan menggunakan cairan disinfektan dilakukan secara menyeluruh guna menekan risiko munculnya penyakit pascabanjir.
“Pada saat mereka beresolusi, kita siram karbol semuanya. Itu untuk menjelaskan hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

