Misteri Gasiang Tangkurak, Ritual Ilmu Hitam dari Minangkabau

12 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gasiang Tangkurak atau yang dikenal sebagai gasiang tengkorak merupakan salah satu praktik ilmu hitam yang hidup dalam kepercayaan masyarakat Minangkabau. Ritual ini dipercaya memiliki kekuatan gaib yang tidak hanya memengaruhi batin seseorang, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan jiwa korbannya.

Dalam kepercayaan turun-temurun, Gasiang Tangkurak digunakan sebagai sarana jampi-jampi atau guna-guna. Media utama ritual ini berasal dari bagian tengkorak manusia, khususnya pada bagian dahi, yang dibentuk menyerupai mainan gasing. Tengkorak tersebut kemudian diikat menggunakan tali yang diyakini berasal dari kain kafan.

- Advertisement -

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, praktik Gasiang Tangkurak bermula dari kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Seorang pria yang cintanya ditolak memilih jalan mistis dengan mendatangi seorang dukun. Sebagai imbalan atas ritual tersebut, sang pria memberikan emas kepada dukun agar perempuan yang menolaknya dapat ditundukkan secara gaib.

Popularitas kisah ini semakin meluas setelah diangkat ke dalam lagu berjudul “Gasiang Tangkurak” yang dipopulerkan oleh grup musik Minangkabau, Ratu Sikumbang. Lagu tersebut menggambarkan kekecewaan akibat cinta yang ditolak, lalu berujung pada penggunaan ritual ilmu hitam untuk memaksa seseorang tunduk dan mendekat.

- Advertisement -

Ritual Gasiang Tangkurak disebut-sebut dilakukan pada malam Jumat. Sang dukun memutar gasing tengkorak di dekat rumah korban atau di lokasi tersembunyi agar tidak terlihat orang lain. Dalam prosesnya, kemenyan dibakar dan mantra dibacakan sambil menyebutkan nama korban, dengan keyakinan bahwa energi gaib akan bekerja sesuai permintaan pelaku.

Dalam lirik lagu Minangkabau yang mengiringi kisah ini, digambarkan bahwa korban yang terkena pengaruh ritual akan kehilangan kendali atas dirinya. Jika korban sedang tidur, ia akan terbangun. Jika berdiri, ia akan berjalan. Hingga akhirnya korban diyakini akan mendatangi pelaku dan bersujud di hadapannya, sebagaimana penggalan lirik lagu tersebut.

Korban dari praktik Gasiang Tangkurak umumnya adalah perempuan. Ilmu hitam ini kerap digunakan sebagai bentuk pelampiasan sakit hati akibat penolakan atau perasaan tersinggung yang dialami oleh pihak laki-laki.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
12 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru