HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump menerima beberapa laporan intelijen AS. Intelijen AS melaporkan soal melemahnya cengkeraman rezim Ayatollah Ali Khamenei di Republik Islam Iran.
Laporan Intelijen itu diulas Times of Israel yang bersumber dari New York Times. Menurut Times of Israel, laporan Intelijen menyampaikan cengkeraman pemerintah Iran terhadap kekuasaan berada pada titik terlemahnya sejak rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi digulingkan dalam revolusi 1979.
Informasi intelijen muncul saat Trump mpertimbangkan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran. Trump berdalih rezim Iran meredam aksi demonstrasi secara brutal sehingga menewaskan ribuan orang.
Adapun Kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang pendampingnya sudah bergerak menuju wilayah Timur Tengah dekat Iran. Pengerahan armada besar itu atas perintah Trump.
Selain itU, AS juga sudah mengetahkan pasukan tambahan.
Meskipun belum jelas apa yang akan diputuskan Trump, para penasihat garis keras sudah mendorongnya segera bertindak.
“Tujuannya adalah untuk mengakhiri rezim,” kata Senator AS dari Partai Republik, Lindsey Graham, sekutu dekat Trump, kepada Times.
Dia pun memprovokasi Trump karena rezim Iran terus melakukan tindakan brutal terhadap rakyatnya.
“Mereka mungkin berhenti membunuh mereka hari ini, tetapi jika mereka masih berkuasa bulan depan, mereka akan membunuh mereka saat itu.” ujar Graham.
Dalam unggahan terpisah di platform X, Graham menyampaikan bahwa AS harus berdiri bersama dengan pihak yang sudah berkorban dan beri dukungan.
“Sejarah mengajari kita bahwa keputusan yang tepat adalah untuk mendukung mereka yang berdiri bersama Amerika dan berkorban untuk tujuan bersama kita. Sejarah juga mengajari kita bahwa kejahatan tidak dapat ditoleransi — kejahatan harus dikalahkan,” tulis Graham.

