Hamas Klaim Pemulangan Jenazah Sandera Israel Bukti Komitmen Gencatan Senjata

5 Shares

HOLOPSI.COM, JAKARTAHamas pada Senin (26/1) menyatakan bahwa pemulangan jenazah sandera Israel terakhir dari Jalur Gaza mencerminkan komitmen penuh kelompok tersebut terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung.

“Kami akan tetap mematuhi seluruh ketentuan dalam kesepakatan tersebut, termasuk mendukung kerja komite teknokratik yang dibentuk untuk mengelola urusan sipil di Gaza pascakonflik,” demikian disampaikan Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dikutip Holopis.com, Selasa (27/1).

- Advertisement -

Dalam pernyataannya, Qassem juga mendesak para mediator internasional serta Amerika Serikat agar menekan Israel supaya menghentikan pelanggaran terhadap perjanjian dan memenuhi seluruh kewajiban yang telah disepakati.

Pernyataan itu muncul setelah militer Israel mengumumkan pemulangan jenazah Ran Gvili (24), anggota unit patroli elite Yasam Kepolisian Israel. Gvili diketahui tewas dalam serangan pada 7 Oktober 2023, dan jenazahnya saat itu dibawa ke Gaza.

- Advertisement -

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan Israel telah membawa pulang jenazah tersebut ke Israel untuk dimakamkan. Ia menyebut proses pemulangan itu sebagai pencapaian besar bagi Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF).

“Menyusul rampungnya proses identifikasi oleh Institut Kedokteran Forensik Nasional, perwakilan IDF mengabarkan kepada keluarga almarhum, Sersan Satu Ran Gvili, bahwa orang yang mereka kasihi telah diidentifikasi dan akan dipulangkan untuk dimakamkan,” ujar IDF dalam sebuah pernyataan resmi.

“Dengan demikian, semua sandera telah dipulangkan dari Jalur Gaza ke Negara Israel,” lanjut pernyataan tersebut.

Pengumuman tersebut disampaikan sehari setelah Israel menyatakan telah meluncurkan operasi berskala besar untuk menemukan jenazah Gvili di sebuah area pemakaman di Gaza utara, berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh.

Hamas menegaskan bahwa seluruh warga Israel yang disandera selama konflik telah dipulangkan, baik dalam keadaan hidup maupun meninggal dunia. Proses tersebut, menurut Hamas, merupakan bagian dari fase pertama kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir, dan mulai berlaku pada Oktober 2025.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
5 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru