HOLOPIS.COM, JAKARTA – Golden Dragon Team Fighter terus menerus membuktikan kemampuan mereka dalam mencetak para atlet bela diri. Hal tersebut kembali terbukti dari kemenangan yang mereka raih dalam ajang First Fight Volume 2.
Dua atlet yang dipercaya membawa nama Golden Dragon Team Fighter, yakni Sakti Manullang dan Dedi Jonatan Sianturi sukses memberikan hasil terbaik.
Sakti Manullang yang bermain di kelas Bantam, sukses merobohkan Edowar Firnanda dengan kemenangan Knock Out (KO). Serangan bertubi-tubi yang dilontarkan Sakti akhirnya membuat lawannya tersungkur tak berdaya di ronde kedua.
Sakti yang sukses meraih kemenangan telak itu pun mengaku siap untuk melangkah ke tingkatan yang lebih tinggi lagi.
“Saya siap untuk merebut kemenangan demi kemenangan berikutnya,” ucap Sakti saat berbincang dengan Holopis.com beberapa waktu lalu seperti dikutip Selasa (27/1).
Kemenangan yang diraih Sakti ternyata ikut menular ke Dedi Jonatan turun dalam kelas welter di pertandingan First Fight.
Kemenangan yang diraih Dedi saat berhadapan dengan Jimmy Darmawan pun diraih dengan cukup dramatis.
Tiga ronde yang dilakoni Dedi membuat lawannya kewalahan, bahkan hingga beberapa kali wasit harus menghentikan pertandingan akibat cedera yang dialami di wajah lawan.
Namun, raut muka ketegangan Dedi sebelum pertandingan pun berubah total menjadi tawa kemenangan usai dinyatakan kemenangan telak poin oleh para juri.
Pelatih Golden Dragonn Team Fighter Marully mengaku tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kepercayaan yang dibangun antara pelatih dan atlet.
“Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana mental bertanding diuji. Anak-anak Golden Dragon membuktikan bahwa mereka siap, disiplin, dan berani menghadapi tekanan,” ucap Maruly dengan penuh emosi.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena diraih di tengah persaingan ketat dan persiapan lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Golden Dragon berhasil menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar tim debutan, melainkan kekuatan serius yang layak diperhitungkan.
Bagi Maruly, hasil positif di laga First Fight ini juga menjadi validasi atas filosofi kepelatihan yang ia terapkan—menggabungkan latihan keras, strategi cerdas, dan pembentukan mental juara.
Ia dikenal sebagai pelatih yang detail, tegas, namun mampu membangun ikatan kuat dengan para atletnya. Dengan kemenangan ini, Golden Dragon membuka langkah awal menuju perjalanan yang lebih besar. Atmosfer optimisme kini menyelimuti tim, sementara Maruly menegaskan bahwa ini baru permulaan.
“Kemenangan ini bukan akhir, melainkan awal. Masih banyak yang harus kami benahi dan tingkatkan. Target kami jelas: terus berkembang dan membawa Golden Dragon ke level tertinggi,” tandasnya.

