Demo Tutup Jalan di Luwu Membuat Warga Sengsara, Pertaline Tembus Rp 40 Ribu

142 Shares

HOLOPIS.COM, PALOPO – Tuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya, masyarakat memblokir jalan trans sulawesi sehingga pasokan bahan pokok dan BBM ke Luwu Utara dan Luwu Timur terhenti.

Dampak penutupan akses ini membuat distribusi BBM terhenti dan hal itu mulai dirasakan warga di Luwu Utara.

- Advertisement -

Rahmad salah satu Warga Luwu Timur mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite sejak akses jalan Trans Sulawesi tertutup total.

Menurut dia, stok Pertalite di sejumlah SPBU kosong, sehingga masyarakat terpaksa membeli BBM dari penjual eceran dengan harga selangit.

- Advertisement -

“Kalau di SPBU sudah tidak ada. Mau tidak mau kami beli di luar. Saya dapat Pertalite dengan harga Rp 40.000 per liter,” kata Rahmad, Senin (26/1/)

Dia menyebut, kondisi tersebut sangat memberatkan warga, terutama masyarakat kecil yang menggantungkan aktivitas sehari-hari pada kendaraan bermotor.

“Kalau begini terus, susah mau kerja. Ongkos makin mahal, sementara penghasilan tidak bertambah,” keluhnya.

Sementara itu di tempat terpisah Pertamina Pastikan Pasokan Tersalurkan Menanggapi kondisi tersebut.

Pertamina Pastikan Pasokan Aman

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk tetap menyalurkan BBM ke wilayah terdampak, meskipun jalur distribusi utama mengalami hambatan akibat situasi di lapangan.

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Rum, mengatakan keselamatan masyarakat serta awak mobil tangki menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kami memahami masyarakat sedang menyampaikan aspirasi secara terbuka. Dalam kondisi seperti ini, Pertamina mengedepankan prinsip kehati-hatian agar seluruh pihak tetap aman,” tutur Rum dalam keterangan tertulisnya.

Rum menjelaskan, meskipun distribusi BBM sempat terhambat, Pertamina terus mengerahkan seluruh potensi yang ada untuk memastikan pasokan energi tetap tersalurkan ke masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian masyarakat Luwu. Komitmen kami adalah memastikan pasokan energi tetap terjaga agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang,” harap Rum.

Sebanyak 19 SPBU Terdampak

Pertamina Patra Niaga mencatat, keterlambatan distribusi memengaruhi operasional 19 SPBU, 2 stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE), serta 13 agen elpiji yang tersebar di Luwu Utara dan Luwu Timur.

Untuk mengantisipasi kekosongan yang lebih luas, tim operasional Pertamina Patra Niaga langsung mengambil langkah-langkah strategis.

Langkah strategis itu yakni, pengaturan ulang jadwal distribusi dan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait.

“Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan BBM maupun elpiji sesuai kebutuhan. Pertamina Patra Niaga aktif berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Luwu, aparat penegak hukum, serta para pemangku kepentingan lainnya,”jelasnya.

Koordinasi ini kata dia dilakukan untuk memprioritaskan penyaluran BBM, mengamankan jalur distribusi, serta memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

“Seluruh SPBU di wilayah terdampak telah diinstruksikan untuk menjalankan protokol keselamatan operasional secara ketat serta bersinergi dengan aparat penegak hukum guna memastikan distribusi BBM dapat berjalan aman dan lancar begitu akses jalan kembali terbuka,”pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
142 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis